MAJT Semarang - Puluhan ribu Jamaah memadati area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang untuk Shalat Idulfitri 1447 H dengan hati yang fitri di, Sabtu pagi 21 Maret 2026.
Setelah Shalat Idulfitri selesai ada pemandangan menarik usai salat Tokoh lintas agama, dari Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan penganut aliran kepercayaan berdiri berjajar di pelataran bawah anak tangga masjid memberikan ucapan selamat Idulfitri kepada para jamaah.
Para jamaah shalat Idul Fitri di MAJT baik pria dan wanita pun menyambut baik ucapan selamat yang disampaikan dari tokoh lintas agama tersebut.
Uskup Agung Semarang, Mgr Robertur Rubiyatmoko menyatakan selalu menunggu Idulfiri karena merupakan peristiwa istimewa penuh dengan kekeluargaaan.
“Sudah sembilan tahun, semenjak saya menjadi Uskup Agung Semarang selalu datang ke MAJT bersama tokoh agama lain untuk memberikan ucapan selamat Idulfitri,” katanya kepada wartawan usai salat Idulfitri 1447 Hijriah di MAJT di Jalan Gajah Raya Semarang, Sabtu 21 Maret 2026.
Menurut Romo Ruby panggilan Uskup Agung Semarang meupakan kesmpatan yang indah bisa bersalaman dengan para jamaah salat Idulfitri.
“Terima kasih telah disambut dengan suka cita oleh Jemaah dan pengurus MAJT,” ujarnya.
Senada disampaikan perwakilan agama Buddha, yang menyampaikan tradisi silaturahmi idulfitri membawa kedamaian dan kesejahtetaan.
Perwakilan penganut aliran penghayat kepercayaan, juga menyampaikan hal yang sama, “Saya baru pertama kali ikut ke MAJT, rasanya senang sekali karena sesuai ajarana kami memayu hayuning bawana,” ujarnya.
Satu-satunya di Indonesia
Ketua Umum PP MAJT Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.menyatakan merasa terharu dengan kedatangan para tokoh lintas agama tersebut.
Apalagi pada Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 tokoh lintas agama yang datang komplet, bahkan jumlahnya lebih banyak dua kali lipat dari lebaran tahun lalu.
“Tak ada kata yang tepat kecauali rasa terima kasih dan bangga.Ucapan Idulfitri mempuyai makana mendalam,” kata Noor Achmad disampingi Sekretaris MAJT Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag saat menerima tokoh lintas agama.
Kedatangan tokoh lintas agama pada momet salat Idulfitri di MAJT, lanjut Prof. Noor Achmad merupakan bentuk bentuk kekompakan, yang perlu untuk terus dilestarikan.
Bagi jamaah di MAJT yang berlum pernah melihat pasti akan kaget, karena ada agama lain ikut datang memberikan ucapan selamat Idulfitri.
“Ini satu-satu di Indonesia, tokoh lintas agama datang ke MAJT setelah salat Idulfitri untuk membersamai jamaah,” tandasnya.
Ia menambahkan kebaikan ini supaya agara diteruskan oleh anak dan cucu mendatang, supaya bisa menjadi budaya. MAJT senantiasa terbuka untuk lintas agama.
“Kita ciptaan Allah diperintahkan bersatu. Kehadiran tokoh lintas agama setiap tahun juga dianggap baik masyarakat,” ujarnya.
“Ini kekuatan kita yg tak dipunyai negara lain, banyak terjadi perpecahan karena perbedaan agama. Bisa diikuti di daerah lain di Indonesia,” imbuh Noor Achmad.
Para tokoh lintas agama dijamu dengan makan nasi glewo khas Semarang, berupa nasi dengan isian daging sapi dan bakso