Coba AIssya!

Dapatkan bantuan AI secara instan.

AIssya

Halo, Atmin! Selamat datang di layanan chatbot kami. Apa yang ingin Anda ketahui?

Ribuan Jamaah Padati MAJT dalam Pengajian Akbar "Supir Truk Ngaji Bareng" Bersama KH. Anwar Zahid

Super Admin

Kamis, 09 Juli 0020

Bagikan:

Ribuan Jamaah Padati MAJT dalam Pengajian Akbar "Supir Truk Ngaji Bareng" Bersama KH. Anwar Zahid

MAJT Semarang - Selasa 8 juli 2025 Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kembali menjadi saksi semaraknya semangat ukhuwah Islamiyah. Ribuan jamaah dari berbagai kalangan tumpah ruah dalam gelaran Pengajian Akbar bertajuk "Supir Truk Ngaji Bareng", yang diselenggarakan oleh SIGAP All Komunitas Driver Semarang.

Acara ini menjadi momentum spiritual yang dirancang tidak hanya untuk mempererat tali silaturahmi di antara para pengemudi, tetapi juga sebagai sarana penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah kesibukan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang sehari-hari bergelut di jalanan sebagai sopir truk. Inisiatif SIGAP ini pun mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan tokoh-tokoh penting Jawa Tengah.

Kegiatan dimulai pada pukul 21.00 WIB dengan penampilan hadroh oleh grup EL Anta Tambakrejo, yang membuka suasana malam dengan lantunan shalawat yang syahdu. Setelah pembukaan oleh Mas Arka, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz HM Rohani, yang menambah kekhusyukan malam tersebut.

Acara kemudian berlanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia, Anjar Wahyu Widodo, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata perhatian komunitas sopir terhadap aspek ruhani yang selama ini sering terabaikan.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat dilakukan santunan kepada anak yatim. Dalam suasana haru dan penuh empati, para panitia serta jajaran pejabat memberikan langsung santunan kepada para anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi ciri khas kegiatan Islam yang inklusif dan penuh kasih sayang.

Memasuki puncak acara, KH. Anwar Zahid hadir untuk menyampaikan mauidzah hasanah sekaligus doa penutup. Dalam ceramahnya, dai asal Bojonegoro ini tampil dengan gaya khasnya yang humoris namun mengena, menjadikan suasana pengajian tetap hidup dan menghibur, sekaligus memberi banyak pelajaran moral dan spiritual kepada jamaah yang hadir.

“Seorang wanita itu harus bisa menjadi tiga ibu untuk anak-anaknya: ibu kandung yang melahirkan, ibu susu yang memberi asupan, dan ibu guru yang mendidik akhlak dan budi pekerti,” ujar KH. Anwar Zahid. Ia juga menekankan pentingnya memahami peran pasangan dalam keluarga: “Allah menciptakan laki-laki dan perempuan itu bukan untuk menjadi rival, bukan juga untuk disanjung-sanjung, tapi untuk saling mendampingi—menjadi teman seperjalanan dalam menjalani kehidupan.”

Pesan-pesan beliau seolah menjawab tantangan zaman, di mana ketimpangan peran gender dan krisis moral keluarga kerap menjadi perbincangan hangat. Dengan bahasa sederhana dan gaya mengajar yang membumi, KH. Anwar Zahid mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang hadir—baik dari kalangan pengemudi, keluarga, hingga tokoh masyarakat.

Pengajian ini tidak hanya menjadi ladang pahala bagi yang hadir, tetapi juga bukti bahwa komunitas pengemudi memiliki tempat yang istimewa dalam ruang dakwah Islam. Di balik roda-roda besar truk yang mereka kemudikan, terdapat hati yang rindu akan ketenangan spiritual dan kebersamaan dalam iman.

SIGAP berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang bukan hanya menguatkan aspek keagamaan, tetapi juga mempererat solidaritas antar sesama driver dan memperkuat sinergi antara masyarakat umum, aparat, dan pemuka agama.

Sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Anwar Zahid. Malam itu, langit Semarang seolah menjadi saksi bahwa meski lelah mengarungi jalanan, para supir tetap rindu akan petunjuk jalan dari Ilahi.

 

Masjid Agung Jawa Tengah

Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166

Powered by Mekanikace Tunggal Mandiri