PIMAJT Sukses Santuni 450 Anak Yatim di Hari Asyura

Super Admin

Minggu, 28 Juni 2026

Bagikan:

PIMAJT Sukses Santuni 450 Anak Yatim di Hari Asyura

 MAJT Semarang – Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti Aula Sunan Kudus Masjid Agung Jawa Tengah  Momentum sakral 10 Muharram 1448 Hijriah yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim dimanfaatkan secara indah oleh Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jateng-Masjid Agung Jawa Tengah (PIMAJT). pada Jumat (26/6/2026).

​Bergandengan tangan dengan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, PP MAJT, LAZ MAJT, serta para donatur, PIMAJT sukses menggelar acara pemuliaan dan santunan akbar bagi anak-anak yatim di Kota Semarang, Demak, Kudus, dan Jepara. 

​Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Ir. Izwar Aminuddin, ST., Ketua PP MAJT sekaligus Ketua MUI Jateng Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua PIMAJT Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si., Sekretaris BAZNAS Jateng Drs. H. Ahyani, M.Si., Sekretaris PP MAJT Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag., serta Direktur LAZ MAJT Drs. H. Istajib AS.

​Perjuangan Nyata tahun ini, keberkahan yang mengalir terasa begitu luar biasa. Ketua PIMAJT, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si., tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya atas pencapaian tahun ini. Setelah melalui perjuangan dengan penuh kesungguhan, dana santunan yang berhasil dihimpun mencapai angka fantastis, yakni Rp 225 juta.

​"Alhamdulillah, setelah berjuang dengan kesungguhan, akhirnya tahun ini kami mendapat dana yang luar biasa besar dan sangat mengharukan. Kami sama sekali tidak menyangka bisa meraih dana sebesar Rp 225 juta," ungkap Nur Kusuma Dewi dengan mata berkaca-kaca.

​ Dalam penyaluran PIMAJT secara keseluruhan menyalurkan santunan kepada 450 anak yatim dengan nominal sebesar Rp 500.000 per anak. Anak-anak penerima manfaat tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Semarang, dengan prioritas utama di kawasan sekitar MAJT, serta mencakup pula anak-anak yatim yang berasal dari Kabupaten Demak dan Kudus. Sebagai representasi kehadiran dari total penerima manfaat, sebanyak 73 anak yatim hadir secara langsung di Masjid Agung Jawa Tengah untuk menerima santunan secara simbolis. ​

"PIMAJT sengaja bergandengan dengan LAZ MAJT, BAZNAS RI, BAZNAS Jateng, dan para donatur. Semoga ikhtiar mulia ini menjadi tabungan (saving) di akhirat kelak agar kita semua bisa berdampingan dengan Rasulullah SAW di surga firdaus," lanjutnya seraya memohon doa agar kegiatan ini bisa terus terlaksana secara rutin dan istiqomah.

​Kepada ratusan anak yang hadir, Nur Kusuma Dewi memberikan pesan menyentuh agar mereka tidak pernah berkecil hati walau telah kehilangan orang tua. "Anak-anakku, jangan pernah merasa sendiri atau berkecil hati. Banyak sekali yang menyayangi kalian di sini. Harus tetap rajin belajar dan selalu semangat!" pesannya.

Di sela-sela sambutan, Ketua PIMAJT juga mengajak seluruh anak-anak melantunkan sholawat bersama agar senantiasa selamat di dunia dan akhirat.

​Sebaliknya, ia juga meminta keikhlasan doa dari para anak yatim agar para pengurus dan donatur selalu diberikan kesehatan dan keberkahan, mengingat doa anak yatim adalah doa yang mustajab dan cepat diijabah oleh Allah SWT.

PIMAJT dalam penyaluran santunan anak yatim tidak memotong dana dari para donatur sepeser pun, bahkan disalurkan semuanya dan berusaha tepat sasaran sesuai dengan regulasi BAZNAS, aman regulasi, aman syar'i, dan aman NKRI.

"Alhamdulillah kegiatan santunan anak yatim ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Terima kasih kepada para donatur dan lembaga yang telah menjadi donatur, seperti PT Djarum, Unwahas, BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jateng, serta donatur lainnya," ujarnya.

​Pesan senada juga disampaikan oleh Ketua PP MAJT, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Beliau meminta anak-anak untuk tidak putus berikhtiar melalui jalur langit. "Selalulah berdoa, hiasi hari-hari kalian dengan doa agar tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah, yang kelak mengangkat derajat orang tua dan bangsa," tutur Prof. Noor Achmad.

​Apresiasi Pemerintah dan BAZNAS Jateng

​Wakil Wali Kota Semarang, Ir. Izwar Aminuddin, ST., yang hadir mewakili jajaran pemerintah kota, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepekaan sosial yang ditunjukkan PIMAJT dan MAJT. 

Menurutnya, di tengah situasi nasional di mana persatuan dan kesatuan bangsa sedang diuji, kepedulian terhadap kondisi sosial di Kota Semarang menjadi perekat yang sangat krusial.

​"Bulan Muharram adalah bulan yang sangat istimewa, dan kegiatan santunan anak yatim ini memiliki makna yang luar biasa dalam menjaga kebersamaan kita. Kami berterima kasih kepada PIMAJT. 

Semoga di tahun-tahun mendatang, jumlah santunan yang dibagikan bisa semakin bertambah luas," ujar Izwar Aminuddin.

​Sementara itu, Sekretaris BAZNAS Jateng, Drs. H. Ahyani, M.Si., menegaskan komitmen BAZNAS yang telah setia mengawal program ini selama tujuh tahun belakangan. BAZNAS Jateng bahkan secara khusus memuji efektivitas PIMAJT dalam mengorganisir program kemanusiaan.

​"Selama tujuh tahun ini BAZNAS terus berkontribusi, dan mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut. Kami melihat PIMAJT adalah lembaga yang paling bagus, transparan, dan tepat sasaran dalam menyalurkan santunan yatim. Ke depan, kami harap PIMAJT bisa menggandeng lebih banyak lembaga terkait di Kota Semarang agar jangkauannya kian masif," puji Ahyani.

​Acara puncak ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang, didampingi oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si.

Kemeriahan ditutup dengan mushafahah (bersalaman) dan ramah tamah yang menyisakan kebahagiaan mendalam di hati ratusan anak yatim jelang kepulangan mereka

Masjid Agung Jawa Tengah

Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166

Powered by Mekanikace Tunggal Mandiri