Pesan Teduh Ngaji Kitab Nashoihul Ibad, Menebar Kasih di Bumi, Menuai Cinta di Langit

Super Admin

Jumat, 20 Februari 2026

Bagikan:

Pesan Teduh Ngaji Kitab Nashoihul Ibad, Menebar Kasih di Bumi, Menuai Cinta di Langit

MAJT Semarang– Suasana khusyuk menyelimuti ruang utama shalat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), saat para jemaah mengikuti kajian bakda Dzuhur Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Nawawi Al Bantani yang disampaikan oleh Sekretaris PP MAJT, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag. Kamis (19/2/2026)

Kajian Kitab Nashoihul Ibad, seni hidup tenang ala Syekh Nawawi Al Bantani, bakda dhuhur merupakan program kajian Kitab yang dilaksanakan setiap hari bakda dhuhur selama bulan Ramadhan di MAJT.

Ngaji bakda dhuhur Kitab Nashoihul Ibad disiarkan langsung melalui MAJT TV setiap hari selama bulan Ramadan sehingga dapat diikuti masyarakat yang tidak bisa hadir secara langsung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), .

Dalam tausiyahnya, KH Muhyiddin menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba bukanlah seberapa terkenal ia di mata manusia, melainkan seberapa dekat ia dengan Allah SWT.

Ia mengingatkan, banyak orang yang mungkin tidak dikenal di bumi, tidak viral, tidak memiliki banyak pengikut, tetapi justru menjadi “selebritas” di langit karena ketulusan amal dan kebersihan hatinya.

“Boleh jadi kita tidak terkenal di dunia, tidak punya nama besar, tetapi jika kita ikhlas menebar kasih dan berbuat baik, kita bisa menjadi ‘seleb di langit’—dicintai Allah dan disebut-sebut oleh para malaikat,” ujarnya di hadapan jemaah.

 Menurutnya, kasih sayang merupakan inti ajaran Islam. Menebar kebaikan tidak harus dalam bentuk besar dan terlihat publik. Senyum, doa, membantu sesama secara diam-diam, menjaga lisan dari menyakiti orang lain—semua itu adalah bentuk kasih yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa di era media sosial saat ini, manusia sering berlomba menjadi terkenal dan diakui.

Namun, ketenaran duniawi belum tentu berbanding lurus dengan kemuliaan di akhirat. Justru, kata dia, amal yang tersembunyi dan dilakukan dengan penuh keikhlasan sering kali lebih dicintai Allah.

Pengajian bakda dhuhur di MAJT menjadi ruang refleksi spiritual bagi jemaah untuk kembali meluruskan niat dan memperbaiki diri. Dengan siaran langsung MAJT TV, pesan-pesan dakwah tersebut menjangkau lebih luas, mengajak umat untuk lebih fokus pada kualitas iman dan amal.

Melalui tema yang disampaikan, KH Muhyiddin berharap umat Islam tidak terjebak dalam ambisi popularitas dunia, tetapi berlomba-lomba menjadi pribadi yang dirindukan langit—menebar kasih di bumi dan menuai cinta di sisi-Nya.

Masjid Agung Jawa Tengah

Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166

Powered by Mekanikace Tunggal Mandiri