MAJT Semarang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah menjadi juara lomba video pendek perjalanan sejarah MUI Jawa Tengah. Juara II diraih MUI Provinsi Gorontalo dan Juara III MUI Provinsi Kalimantan Timur. Hadiah diserahkan oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Prof Dr KH Ma’ruf Amin dalam perayaan puncak Milad Ke-50 MUI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (26/7/2025).
Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Sekretaris Umum Drs KH Muhyiddin MSi dan Dr H Andi Purwono MSi menerima hadiah itu secara langsung di Jakarta.
Kiai Darodji menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut sebagai bukti nyata salah satu upaya MUI merespon dakwah melalui digital. Dalam tayangan video tersebut tergambar sejarah perjalanan serta kiprah peran MUI Provinsi sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Dalam video itu digambarkan keterkaitan MUI di provinsi tersebut dengan tradisi atau karakteristik lokal.
Sekretaris MUI Jateng Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA menjelaskan, video berdurasi 10 menit tersebut berjudul ‘’ Mengukuhkan Ukhuwah Mengawal Dakwah’’ berisi sejarah perjalan singkat MUI Jawa Tengah. Selain berisi wawancara dengan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi dan Ketua Dewan Pertimbangan Drs KH Ali Mufiz MPA, video juga menayangkan perjalanan Ketua Umum MUI Jateng dimulai Prof KH Ismail T Ya’kub SH MA (1975-1980), KH Moh Sowwam (1981-1985), KH Sahlan Rosyidi wafat sebelum periode habis dilanjutkan KH Ahmad Abdul Hamid (1986-1990), KHMA Sahal Mahfudh, KH Amin Sholeh, Habib Lutfi bin Ali Yahya dan Dr KH Ahmad Darodji MSi hingga sekarang.
Agus menyampaikan terima kasih kepada tim yang menggarap video secara provisional dan cantik sehingga berhasil menjadi juara nasional. Tim tersebut terdiri Ketua Pelaksana Dr Hery Pamungkas, Wakil Pelaksana Wisnu Rahmad ST, Direkur Beny Arief Hidayat, Narasi Aldi Candra Pradana dan Harun Ar Rasyid, Kameramen Ahmad Subkhan dan pengisi suara suara Hartono. ‘’Dalam proses pembuatanya didukung oleh MAJT TV dan Radio Dais 107,9 FM. MUI Jateng menyampaikan terima kasih kepada tim yang telah bekerja dengan baik,’’ kata Agus.
Menjaga Kerukunan
Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga Wakil Presiden ke-13 RI Prof Dr KH Ma'ruf Amin dalam Tasyakuran Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpesan agar para ulama dapat menjaga kerukunan. Kerukunan antaraulama harus dijaga. Menurutnya, jika ulama berselisih hingga terpecah belah maka program apa pun yang dibuat pemerintah tidak bisa berjalan baik.
"Yang masih perlu terus dimantapkan dan dijaga terus adalah menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan, ini kunci. Karena (kalau) sudah ada perpecahan, ada perselisihan, program apapun tidak akan bisa kita laksanakan," kata Kiai Ma'ruf.
Dia menilai kerukunan antaraulama memiliki dampak besar bagi kelangsungan sebuah bangsa. Dia menyebut ulama yang tidak rukun bisa membuat rusak bangsa.
"Karena kerukunan, khusus antarumat ini adalah kunci daripada kerukunan antaragama, kerukunan antar sesama bangsa. Rusaknya kerukunan itu, umat itu, karena tidak rukunnya ulamanya," jelas Ma'ruf.
MUI diharapkan terus memperkuat peran sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah. Para ulama akan menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan agar mampu menciptakan stabilitas nasional.
”Mudah-mudahan 50 tahun MUI memberikan kita semangat lebih tinggi, baik di dalam rangka melayani umat maupun di dalam rangka sebagai mitra pemerintah,” katanya. "Yang masih perlu terus dimantapkan dan dijaga terus adalah menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan, ini kunci. Karena (kalau) sudah ada perpecahan, ada perselisihan, program apapun tidak akan bisa kita laksanakan," tegas Kiai Ma'ruf Amin.
Menurutnya, MUI selama 50 tahun berkhidmat untuk umat, untuk bangsa dan negara. MUI tidak boleh berhenti dan harus terus melakukan pengabdian berdasarkan perannya sebagai khodimul ummah dan juga sodiqul hukumah. Maka tidak boleh berhenti. Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad MA menyampaikan selamat kepada MUI Jateng yang telah berprestasi di tingkat nasional. ‘’Di bawah kepemimpinan Kiai Darodji tugas-tugas dan fungsi keulamaan di Jawa Tengah sangat terasa. Terutama dalam membangun harmoni kerukunan umat beragama di negeri ini,’’ katanya