MAJT Akan Jadi Pusat Nikah Massal Santri Dalam Peringatan HSN 2026

Super Admin

Jumat, 16 Oktober 2026

Bagikan:

MAJT Akan Jadi Pusat Nikah Massal Santri Dalam Peringatan HSN 2026

MAJT Semarang -  Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bersama akan menjadikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sebagai pusat kegiatan dari Program Nikah Massal Santri Bertajuk . Kegiatan yang diinisiasi dari Program Sambang Pesantren dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Tengah(15/10/2026).

Ketua RMI-NU Jawa Tengah KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi menyampaikan program yang awalnya hanya merencanakan 50-100 pasangan, melihat antusiasme dari pendaftar sangat besar dari Dirjen Bimas Islam mengusulkan untuk dikembangkan menjadi 500 pasangan santri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama kabupaten/kota yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan lintas instansi dan lembaga dinilai penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Program yang bertajuk “Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri” diharapkan tidak hanya sebatas seremoni pernikahan massal. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi saran edukasi bagi masyarakat mengenai tata cara pernikahan yang benar baik dari sisi adat maupun ketentuan Syariah. Ungkap Kabag Tata Usaha Hidayat Maskur yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

“Bimas Islam Mantu ini bukan sekadar ritual pernikahan biasa yang bisa kita saksikan setiap tahunnya. Namun, harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, mulai dari proses akad hingga ajaran-ajaran yang menyertainya harus benar,” pesannya. 

Menurut Hidayat, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh tentang proses pernikahan, termasuk bagaimana adat dan syariah diterapkan secara tepat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan kepada pasangan yang menikah, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

“Kami berharap masyarakat bisa mengetahui bagaimana proses pernikahan yang benar. Terutama terkait adat dan syariah yang diterapkan. Harus ada edukasi kepada masyarakat tentang pernikahan yang benar dan utuh, sehingga banyak ilmu yang bisa diberikan,” lanjutnya. 

Ia juga berharap sinergi antara Kanwil Kemenag Jateng dan RMI dapat mewujudkan program tersebut dengan baik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena digagas sebagai program yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, sekaligus meninggalkan kenangan berharga bagi para santri dan seluruh pihak yang terlibat. 

“Semoga kita bisa mewujudkan apa yang telah digagas bersama RMI dengan Bimas Islam ini. Karena ini baru pertama di Indonesia, mudah-mudahan menjadi tinggalan atau kenangan tersendiri,” ungkapnya.

Rapat Koordinasi dan Finalisasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bertajuk Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri yang berlangsung di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jateng dengan menghadirkan perwakilan Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ketua RMINU Jawa Tengah, Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Provinsi Jawa Tengah, pengurus pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kepala Kantor Kemenag dan kepala KUA se-Semarang Raya, serta sejumlah perwakilan instansi pemerintah tingkat Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah

Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166

Powered by Mekanikace Tunggal Mandiri