MAJT Semarang – Senin (26 Oktober 2026). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi mengumumkan pembatalan rencana penyelenggaraan Salat Istisqa (salat memohon hujan) massal tingkat provinsi yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah (Ketua PP MAJT), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan keterangan resmi tersebut pada Senin pagi (26/10/2026) setelah berkoordinasi intensif dengan jajaran Pemprov Jawa Tengah.
Kendati agenda di tingkat provinsi dan imbauan serentak di halaman balai kota dibatalkan secara struktural, MUI Jawa Tengah menerapkan kebijakan yang fleksibel demi kemaslahatan umat di tingkat daerah.
MUI Jawa Tengah menegaskan, bagi wilayah kabupaten atau kota yang dirasa masih kekurangan curah hujan atau masih mengalami dampak kekeringan yang parah, MUI tingkat daerah dipersilakan untuk tetap menyelenggarakan Salat Istisqa. Pelaksanaan ibadah otonom tersebut wajib dijalankan dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama kepala daerah (Bupati/Wali Kota) setempat.
"Alhamdulillah, dalam beberapa hari terakhir curahan hujan sudah mulai membasahi bumi Jawa Tengah secara umum sebagai rahmat Allah swt. Sesuai tuntunan Fiqih Islam, ketika hujan telah diturunkan sebelum salat didirikan, maka pelaksanaan Salat Istisqa di tingkat provinsi resmi dibatalkan sebagai bentuk rasa syukur kita (Tahadus bin Ni'mah) karena doa umat telah dikabulkan lebih cepat. Namun, bagi daerah khusus yang intensitas hujannya masih dirasa sangat kurang, kami persilakan MUI setempat berkoordinasi dengan Bupati atau Wali Kota untuk tetap menggelar Salat Istisqa sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," jelas Prof. Noor Achmad
Sebelumnya, gerakan batiniah ini direncanakan secara masif akan dihadiri 2.000 jemaah di kantor gubernuran, dengan khatib Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., dan imam salat KH. Ulil Absor Al Hafiz (Imam Besar MAJT) serta didukung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Dr. H. Tafsir, M.A. dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng melalui Drs. H. Mufid Rahmat.
Meskipun ritual fisik di lapangan terbuka batal terlaksana di tingkat provinsi, MUI Jawa Tengah mengapresiasi tinggi solidaritas luar biasa yang sempat ditunjukkan oleh ulama, umara, jajaran ASN, dan seluruh ormas Islam selama masa persiapan. Momentum Selasa pagi kini diimbau untuk dialihkan oleh umat Islam di daerah yang sudah turun hujan dengan memperbanyak zikir syukur, sujud syukur di masjid masing-masing, serta terus memanjatkan doa agar hujan yang turun membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat