MAJT Semarang - Semangat membumikan Al-Qur’an menggema di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajah Raya, Semarang di ajang Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 10 Juz. Sabtu (7/3/2026)
Suasana haru ketika nama Tantowi Jauhari dari Bogor Jawa Barat, dan Khaira Ummah dari Tulungagung Jawa Timur, dinobatkan sebagai juara pertama kategori putra dan putri di ajang Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 10 Juz tingkat nasional yang digelar oleh Ponpes Al-Qur'an MAJT–Baznas Jawa Tengah,.
Selain mendapatkan sertifikat trofi, plakat berbentuk miniatur Menara MAJT, keduanya mendapatkan uang Rp 3 juta, ditambah uang pembinaan dari Baznas Jateng Rp 2 juta untuk semua finalis. Total hadiah yang diterima finalis juara I-III masing-masing Rp 5 juta, Rp 4,5 juta, Rp 4 juta, Harapan 1 Rp 3,5 juta dan Harapan 2 Rp 3 juta.
Pengumuman pemenang dibacakan sekitar pukul 16.00 WIB setelah 10 finalis terdiri dari 5 putra dan 5 putri menjalani babak grand final di tempat yang sama sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Ke-10 finalis bergantian tampil memukau di hadapan empat dewan hakim (Prof Dr KH Tholhatul Khoir, KH Ulil Abshor AH, KH M Abdul Faqih AH, Dr KH Muh Syaifuddin MA) dan pengunjung yang hadir, telah menunjukkan kemampuan terbaiknya membaca Al Qur'an tanpa melihat mushaf dengan tartil, fasih, dan merdu didengar. Memang tidak ada yang finalis yang sempurna, namun kemampuan para finalis luar bisa dan membanggakan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah (Baznas Jateng) Dr KH Ahmad Darodji Msi, Ketua panitia yang juga Direktur Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT–Baznas Jateng, Dr KH Muh Syaifuddin MA, Ketua Gebyar Ramadan MAJT Prof Dr KH Ahmad Izzuddin, jajaran pengurus Baznas Jateng, pengurus MAJT, serta panitia penyelenggara yang turut menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Tantowi usai menerima hadiah berupa plakat, piagam dan uang tunai menyampaikan rasa haru dan syukur atas kemenangan ini.
"Alhamdulillah, saya tak menyangka bisa juara. Karena sebetulnya saya ingin ke Semarang untuk adaptasi saja sebelum mengikuti MTQ di kota ini September nanti," kata kafilah MTQ kontingen Jabar itu.
Menurutnya, ini penghargaan nasional kedua yang diterima. Tahun lalu dia juara 3 MHQ di Kendari.
Hal senada disampaikan Khaira. Dia juga tak menyangka mampu menyisihkan peserta lain yang lebih senior.
Koordinator Dewan Hakim Prof Tholhatul Khoir menilai, ke-10 peserta memiliki kemampuan yang sama dan hafal 30 juz. " Finalis saya perhatikan punya pengalaman. Penguasaan materi, panggung, dan variasi memainkan lagunya terlihat. Semua layak juara, kan selisih poinnya juga tipis" pujinya.
Dalam sambutannya, Dr KH Ahmad Darodji mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan MHQ 10 juz tingkat nasional dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Ini luar biasa. Persiapannya singkat, tetapi pesertanya datang dari seluruh Indonesia karena memanfaatkan aplikasi Zoom. Jika masih ada kekurangan tentu hal yang wajar,” ujarnya.
Menurutnya, ajang ini merupakan program yang sangat baik untuk menyemarakkan bulan Ramadan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Ia pun mendukung dengan rencana panitia yang akan kembeli menggelar kegiatan ini pada tahun-tahun mendatang.
Dengan dengan pengalaman saat ini dan persiapan yang lebih matang tentu pelaksaan mendatang akan lebih baik dan jangkauan peserta yang lebih luas.
“Tahun depan Insya Allah bisa digelar lagi dengan persiapan yang lebih baik. Pesertanya juga bisa lebih banyak. Bagi yang kali ini belum meraih juara, jangan putus asa. Tetap ziadah dan murojaah Al-Qur’an. Tahun depan bisa jadi giliran kalian yang meraih kemenangan,” katanya memberikan motivasi.
Ketua panitia yang juga Direktur Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT–Baznas Jateng, Dr KH Muh Syaifuddin MA menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, MHQ menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an sekaligus penguatan nilai-nilai Ramadan sebagai Syahrul Qur’an.
“Alhamdulillah kita diberi kesempatan mengisi bulan suci Ramadan dengan Musabaqah Hifzil Qur’an. Insya Allah kita termasuk orang-orang yang ikut mensyiarkan Al-Qur’an dan Ramadan, dan semoga semua yang kita lakukan dibalas Allah dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba, baik yang hadir langsung di MAJT maupun yang mengikuti secara daring dan melalui siaran YouTube. Ke depan, panitia berencana mengembangkan kegiatan tersebut dengan lebih banyak cabang lomba dan kemasan yang lebih meriah.
Muh Syaifuddin menegaskan bahwa pada hakikatnya seluruh peserta adalah pemenang. Dari total 372 peserta yang mengikuti MHQ 10 juz, semuanya merupakan generasi muda yang memilih jalan mulia dengan menghafal Al-Qur’an.
“Pada usia relatif muda mereka sudah menekuni hafalan Al-Qur’an. Mereka mampu melawan rasa malas, mengendalikan diri, dan memanfaatkan masa muda untuk kegiatan ibadah. Di tengah derasnya arus hiburan dan kesibukan duniawi, mereka memilih mengisi waktu dengan menghafal Al-Qur’an. Ini luar biasa,” katanya.
Daftar Juara MHQ 10 Juz Putra
Juara 1 : Tantowi Jauhari – Bogor, Jawa Barat (98,00)
Juara 2 : Nur Muhammad – Demak, Jawa Tengah (97,75)
Juara 3 : Ubaidillah – Pekalongan, Jawa Tengah (97,28)
Harapan 1: Safirul Haq Al Muhtadi Billah – DKI Jakarta (96,62)
Harapan 2: Fadil Nur Rahman – Cilacap, Jawa Tengah (96,25)
Daftar Juara MHQ 10 Juz Putri
Juara 1 : Khaira Ummah – Tulungagung, Jawa Timur (97,68)
Juara 2 : Wafiq Mayada – Yogyakarta, DIY (95,65)
Juara 3 : Siti Marya Ulpah – Surakarta, Jawa Tengah (95,18)
Harapan 1: Anindya Nazhifa Fikr El Hazima – Sleman, DIY (95,15)
Harapan 2: Aisyah Az Zahra – Semarang, Jawa Tengah (94,28).