Author Archives: Retnaning Setiana

  • 0

MAJT Diminta Kembangkan Dakwah Digital

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bangga atas pesatnya kemajuan yang dicapai Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Reputasinya semakin dikenal masyarakat dunia karena kuatnya dalam mengembangkan nilai-nilai Islam lewat persaudaraan, keramahan dan kesantunan. Hal tersebut masih diperkuat dengan menjadikan MAJT sebagai destinasi wisata religi hingga sarat kunjungan masyarakat dunia.
“Kemajuan MAJT dalam mengenalkan wajah Islam Indonesia kepada dunia sebagai Islam yang ramah dan santun ini, terasa membanggakan. Maka wajar bila MAJT kini menjadi tempat ibadah yang excellent dan dipercaya masyarakat dunia. Tentu reputasi ini harus terus dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kembali,” tegasnya saat mengukuhkan Dewan Penasihat, Dewan Pengawas dan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, di Kantor Kecamatan Butuh, Purworejo, Minggu (10/11/2019).
Berdasarkan SK Gubernur Jateng Nomor 450/107 Tahun 2019 tanggal 31 Oktober 2019 tentang Pengangkatan Dewan Penasihat, Dewan Pengawas, dan Pelaksana Pengelola MAJT, Dewan Penasihat diketuai Sekda Jateng, Sekretaris Kepala Kanwil Kemenag Jateng, diperkuat 15 anggota. Berikutnya Dewan Pengawas diketuai Dr KH Ahmad Darodji MSi, Sekretaris Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng, dibantu 4 anggota.
PP MAJT yang dikukuhkan, Ketua Prof Dr KH Noor Achmad MA, Wakil Ketua I Prof Dr Ir H Edi Noersasongko, M.Kom, Wakil Ketua II KH Hanief Ismail LC, Wakil Ketua III Drs H Ahyani MSi. Sekretaris  Drs KH Muhyiddin Mag, Wakil Sekretaris I Drs H Aufarul Marom, Wasek II Drs H Istajib AS, Wasek III Dr H Ahmad saefudin Lc MA. Bendahara Dr Nor Hadi SE, MSi, Akt, CA, Wakil I H Mustain, Wakil II Ir H Khammad Ma’shum Al-Hafidz, Wakil III Drs H Zen Yusuf.
PP MAJT dilengkapi Bidang Ketakmiran, Bidang Pendidikan, Bidang Pembangunan, Aset dan Pemeliharaan, Bidang Usaha, Bidang Wanita, Bidang Remaja, Bidang Hubungan Masyarakat dan Bidang Hubungan Kerja Sama.
Hadir dalam pengukuhan, Mantan Gubernur Jateng Drs KH Ali Mufiz MPA, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jateng Drs Ahyani MSi, Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji, MSi, serta jajaran Forkompimda Purworejo.
Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, kerja sama yang banyak dibangun MAJT dengan berbagai pihak dalam negeri dan luar negeri, sebagai hal yang luar biasa diharapkan terus ditingkatkan.
Ditegaskan pula di tengah reputasi tersebut, MAJT diminta mengembangkan dakwah digital yang setiap saat dishare melalui youtube dan program streaming sehingga konten-kontennya dengan mudah dapat diakses oleh jutaan masyarakat. Bila kita hanya berdakwah lewat cara konvensional, yang mendengarkan hanya yang hadir saja. Tapi lewat youtube dan streaming, maka yang mengakses hingga masyarakat internasional.
Untuk segera mewujudkan dakwah digital tersebut Gubernur meminta agar MAJT menggandeng Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang dikenal sebagai kampus berbasis teknologi digital. “Kebetulan Pak Rektornya, Prof Dr Edy Noersasongko ikut dilantik sebagai Pelaksana Pengelola MAJT, jadi dapat langsung menyambung dengan gagasan ini,” kata Gubernur.
Ketua Pelaksana Pengelola MAJT yang dikukuhkan untuk periode kedua, Prof Dr KH Noor Achmad MA, mengatakan, amanah yang diberikan Gubernur kepada Pelaksana Pengelola (PP) MAJT telah dijalankan secara maksimal hingga masjid ini berhasil mengembangkan berbagai kerja sama internasional hingga menjadi destinasi wisata religi yang sarat kunjungan dari luar negeri.
Kerja sama yang dibangun mulai dengan Tiongkok, Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara hingga Amerika, terealisasi melalui kerja sama di bidang pendidikan, sosial, agama, kebudayaan dan pariwisata. Hal tersebut dapat dijalankan karena pola dakwah MAJT sebagai masjid berciri Islam yang rahmatan lil alamin dengan kesantunan dan persaudaraan dapat dirasakan oleh masyarakat dunia.(Isi).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

  • 0

Studi Banding Majlis Agama Islam Melaka (MAIM) Malaysia ke MAJT

Studi Banding Majlis Agama Islam Melaka (MAIM) Malaysia ke MAJT

SEMARANG – Rombongan Majelis Agama Islam Melaka (MAIM) yang dipimpinan Tuan Haji Musa bin Mohd yang merupakan Pegawai Tugas-Tugas Khas Majlis Agama Islam Melaka, melakukan studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (1/11).
”Ada masjid yang dikagumi. Ada sekolahnya dan ada juga TPQ. Sehingga tidak sekadar rumah ibadah. Pengelolaan masjid seperti ini akan dipraktikkan di Malaysia. Supaya Islam menjadi agama keniscayaan,” ujar Tuan Haji Musa bin Mohd.
Dia mengatakan, di Malaysia hampir semua masjid pengeloaannya dibiayai kerajaan. Bahkan untuk mendirikan masjid harus melalui izin pemerintah. Sedangkan di Indonesia, lanjut dia, uang infaq mampu digunakan untuk pengeloaan masjid dan biaya mengurus masjid.
”Kami tertarik dengan pengelolaan MAJT, menjadi perekat umat dan bisa menghasilkan pemasukan untuk memakmurkan masjid. Maka studi banding MAIM tersebut ingin belajar bagaimana operasional masjid di Indonesia bisa eksis, dan bagaimana bisa menarik minat masyarakat untuk berinfaq,” katanya.
Kunjungan delegasi dari Malaysia tersebut diterima Sekretaris DPP MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg dan sejumlah pengurus MAJT. KH Muhyiddin memberikan pengalaman dalam mengurusi MAJT kepada delegasi dari Malaysia, mulai dari pengelolaan hingga bisnis yang dikelola untuk memakmurkan masjid kebanggaan warga Jateng ini.
KH Muhyiddin memaparkan, MAJT berdi di atas tanah 10 hektare, mulai dibangun 6 Juni 2001 yang diprakarsai Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto.
Dalam perkembangan selanjutnya, MAJT terus berupaya mengembangkan bisnis untuk menghidupi dan biaya operasional agar masjid tetap makmur. ”MAJT mengembangkan bisnis, mulai dari sewa hall, menyewakan lahan untuk 55 pertokoan, dan akan mendirikan rumah sakit,” ungkap KH Muhyiddin.
Atas paparan KH Muhyiddin, rombongan MAIM sangat tertarik. Bahkan studi banding ke MAJT tersebut akan dijadikan rujukan untuk dikembangkan di Malaysia agar masjid bisa makmur secara mandiri tanpa menggantungkan dana dari kerajaan.
Tn Haji Musa bin Mohd mengungkapkan, tujuan ke Indonesia karena ingin mengetahui pengelolaan masjid. Selain itu banyak sekali kegiatan-kegiatan positif di luar ibadah yang diadakan di masjid-masjid di Indonesia.
“Indonesia sangat istimewa karena banyak masjid yang tidak dibiayai oleh pemerintah, bahkan didirikan oleh masyarakat,” ujar Musa.
Musa juga mengemukakan kekagumannya karena banyak kegiatan pendidikan di masjid-masjid di Indonesia. “Kami ingin pelajari bagaimana masjid bisa menjadi lembaga pendidikan, dan ada masjid yang punya sekolah,” ujar Musa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

  • 0

Khitmad, Upacara Bendera Hari Santri di MAJT

SEMARANG- Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk kali pertama menggelar upacara bendera memeringati Hari Santri, yang jatuh pada 22 Oktober 2019. Serangkaian tataupacara berlangsung khitmad, dengan Inspektur Upacara, Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA. Ratusan peserta yang terdiri para pengurus, karyawan dan masyarakat sekitar, dihadiri pula oleh sesepuh Jawa Tengah yang mantan Wagub Jateng Drs H Achmad.
Upacara bendera dikhitmadkan oleh pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan naskah pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihat dan Janji Santri. Kemudian dimeriahkan dengan Mars Yalal Waton dan Mars Santri.
Inspektur Upacara Prof Dr KH Noor Achmad menegaskan, lahirnya Hari Santri dan diperkuat dengan lahirnya UU tentang Pesantren, semakin mengukuhkan sejatinya Indonesia lahir atas dasar peran ulama dan santri yang begitu kuat. Maka keduanya tidak dapat dipisahkan dengan negara. Di awali oleh kiprah Walisongo dengan dakwah moderatnya, dikeluarkan resolusi jihad NU yang dikumandangkan oleh Hadratussyech KH Hasyim Asy’ary, pada 22 Oktober 1945 hingga konsistensi ulama dan santri dalam mengawal NKRI hingga era kekinian.
Maka tugas ulama dan santri NU dalam upaya mengawal NKRI, tiada akan pernah berhenti hingga kiamat. Malah, tugas tersebut bakal semakin berat seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan tumbuhnya radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat yang harus diberantas di bumi Indonesia, serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosok ulama dan santri dituntut untuk dapat melindungi umat dari pengaruh radikalisme sekaligus mengimbangi pesatnya kemajuan zaman saat ini.
“Tidak hanya mengantisipasi revolusi industri yang dikenal dengan 4.0, namun bila teknologinya semakin kencang lagi hingga tembus 6.0, pun ulama dan santri dituntut untuk siap. Jangan sampai Indonesia tergilas oleh kekuatan radikal yang pola gerakannya menggunakan kemajuan teknologi,” tegas Prof Noor Achmad yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat. (Isi).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

  • 0

Masjid Agung Jawa Tengah Kembali Kehilangan Salah Satu Pendirinya

Berita Duka

Masjid Agung Jawa Tengah Kembali Kehilangan Salah Satu Pendirinya

kh-maimoen-zubair-sarang-rembang-jpg

انا لله وانا اليه راجعون

Keluarga Besar Masjid Agung Jawa Tengah merasa kehilangan besar atas wafatnya Al Allamah, KH. Maemun Zubair jam 04.17 waktu Saudi Arabia di RS An Noor – Makkah Al-Mukarromah dalam usia 91 Tahun. Beliau adalah ulama besar tidak hanya tokoh nasional tapi juga internasional yg menjadi panutan yang dimiliki oleh umat Islam saat ini, beliau disamping menguasai kitab-kitab tafsir dan fiqih juga ahli sejarah yang mempunyai ingatan yang sangat sempurna, beliau juga seorang sanad hadist yang hadits – hadist riwayatnya sering disampaikan kepada tamu dan santrinya yang datang ke rumah beliau.

Pengasuh Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang – Jawa Tengah yang terkenal dengan kajian kitab – kitab kuning karangan ulama – ulama besar. Pesantrennya juga dikenal mempunyai spesifikasi ilmu alat (nahwu, sharaf, balaghah). Beliau telah banyak melahirkan santri – santri yang hebat dan telah menjadi kiyai di pesantren – pesantren yang tersebar di nusantara. Beliau sering cerita dan sekaligus minta kepada kita bisa wafat di Makah dan pada Hari Selasa karena ahli ilmu biasanya wafat di Hari Selasa dan akhirnya terkabul.

Semoga mengantarkan ke Jannatun Na’im .

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نَزَلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ له الفاتحة

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

051958
Users Today : 24
Users Yesterday : 26
This Month : 193
This Year : 7143
Total Users : 41958
Views Today : 39
Total views : 99159
Who's Online : 1
Your IP Address : 185.191.171.5
Server Time : 2022-12-05