MAJT Awali 2023 dengan Khataman Qur’an dan Penerimaan Santri Tahfidz

  • 0

MAJT Awali 2023 dengan Khataman Qur’an dan Penerimaan Santri Tahfidz

Penyerahan Tumpeng dari KH Ulil Albab Arwani AH ke Prof. Dr, KH. Noor Achmad, MA

SEMARANG – Menjelang dibukanya Pondok pesantren (Ponpes) tahfidz Al-Qur’an Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang digagas antara pimpinan MAJT bersama Baznas Jateng melakukan khataman dan doa ma’had Tahfidz. Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz dan doa dipimpin oleh KH Dzikron Abdullahan di aula MAJT, Selasa (02/01/2023).

Hadir Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad MA, sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an, Kudus, KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz, KH Dzikron Abdullahan, pengurus PP MAJT dan Baznas Jateng, serta sejumlah santri Tahfidz Al-Qur’an.

Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, pesantren Tahfidz Al-Qur’an akan dibuka pada 16 Januari 2023 ini. Diharapkan masing-masing kabupaten/kota mengirimkan minimal satu santrinya untuk didik menjadi penghafal Al-Qur’an di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (penghafal Al-Qur’an) di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah.

”Kadang-kadang ketika shalat di masjid ada imam yang bacaannya kurang fasih, juga lagunya kedengaran memelas. Oleh karena itu Pesantren Tahfidz Qur’an kerja sama Baznas dan MAJT ini diharapkan mampu mengangkat derajat imam shalat dan mencetak generasi penghafal Qur’an,”  ujar KH Darodji.

Para santri penghafal Qur’an itu juga diharapkan mampu menjaga Qur’an dengan baik. Misalnya, lanjut KH Darodji, kita dan masyarakat awam tidak tahu jika ada Al-Qur’an yang salah cetak. Namun berkat kejelian para santri penghafal Qur’an, kesalahan bisa diketahui melalui para santri Tahfidz tersebut.

Menurut KH Darodji, peran Baznas di Pesantren Tahfidz membantu pembiayaan para santri. Misalnya, biaya bulanan ditanggung oleh Baznas kabupaten/kota. Sedangkan operasional, misalnya honor gurunya akan dipikul bersama MAJT, dan Baznas Jateng akan membiayai SPP melalui beasiswa Baznas saat kuliah di Universitas Terbuka.

Sementara Ketua PP MAJT, Prof Dr Noor Ahmad MA mengatakan, target yang akan dicapai dalam pendirian Pessantren Tahfidz Al-Qur’an ini diharapkan bisa mencetak santri penghafal dan fasih membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya. Setiap tahun minimal dua orang yang akan dikembalikan ke daerah untuk menjadi imam masjid di daerah masing-masing.

Khataman Al Quran 30 Pengasuh Pesantren bersama Santri Mahad Tahfidz

”MAJT nantinya juga akan menggalang kerja sama secara nasional, para santri hafiz Qur’an kita kirim ke sejumlah daerah di Indonesia yang membutuhkan. Bahkan akan menjalin kerja sama dengan luar negeri. Tahun ini saja MAJT akan mengirim dua imam shalat ke luar negeri, karena memang permintaan imam shalat dari luar negeri banyak yang membutuhkan,” ujar KH Noor Ahmad.

Pesantren yang didirikan PP Masjid Agung Jawa Tengah dan Baznas Jawa Tengah, menargetkan jumlah santri di tahun awal sebanyak 72 orang. Dalam perjanjian kerja sama disepakati, para santri diupayakan ditahun pertama sebanyak 70 orang, berasal dari daerah-daerah di Jawa Tengah yang rekrutmennya dilaksanakan oleh Baznas kabupaten/kota. Setiap Baznas diharapkan dapat mengirim minimal satu santri.

Operasional Pesantren ini, tambahnya, akan ditopang oleh ketiga pihak, yakni PP MAJT, Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Baznas kabupaten/kota. Mekanisme yang dirancang antara PP MAJT dan Baznas Provinsi akan disosialisasikan kepada Baznas kabupaten/kota.

Kewajiban PP MAJT membiayai pembangunan revonasi asrama yang representatif untuk para santri meliputi ruang belajar mengajar, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, dan lain-lain, dengan dana awal sebesar Rp565.000.000. Selain itu PP MAJT bertanggung jawab dalam hal pengadaan kiai/pengasuh Tahfidz, penyelenggaraan proses belajar mengajar tahfidz, pengelolaan/manajemen serta sarana pendukung lain yang diperlukan.

Pihak Baznas Jawa Tengah dengan batas kewenangannya mendukung melalui bantuan pentasarufan dana zakat untuk pesantren Tahfidz Al-Qur’an sebagai asnaf badan hukum fi sabillah, berupa biaya operasional rutin sebesar Rp. 30.000.000 per bulan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

053865
Users Today : 3
Users Yesterday : 14
This Month : 161
This Year : 1029
Total Users : 43865
Views Today : 3
Total views : 103362
Who's Online : 1
Your IP Address : 114.4.220.196
Server Time : 2023-02-07
0 0