PPME Amsterdam Undang Da’i MAJT Bina Muslim di Eropa

  • 0

PPME Amsterdam Undang Da’i MAJT Bina Muslim di Eropa

PPME Amsterdam Undang Da’i MAJT Bina Muslim di Eropa

SEMARANG- Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) segera memberangkatkan dua delegasinya untuk menjadi imam shalat selama Ramadan 1444 Hijriyah, selain menjadi Imam shalat rawatib juga mengisi berbagai pengajian dan pembinaan di Masjid Al-Ikhlas, Amsterdam, Belanda. Sebelum memberangkatkan, MAJT terlebih dulu menyeleksi calon dan memberikan pendidikan dan pembekalan  terkait tugas yang bakal diemban.

Pemberangkatan delegasi ini, sebagai bagian dari kerja sama antara PP MAJT dengan Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME). PPME memberi kepercayaan hanya kepada PP MAJT sebagai bagian kerja sama internasional, mengingat reputasi MAJT yang menjadi pusat rujukan dan pengembangan Islam moderat dunia, tidak diragukan.

“Hari ini, kami menerima kedatangan tokoh PPME, Budi Santoso, membahas misi pemberangkatan delegasi MAJT yang akan menjadi imam shalat selama Ramadan 1444 Hijriyah,” kata Ketua PP MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad, MA, didampingi Budi Santoso, di MAJT, Senin (12/12/2022).

Prof Noor Achmad yang juga Ketua Baznas RI memandang penting kerja sama diperluas dengan Baznas RI, misalnya dengan membentuk Baznas di Kota Amsterdam atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Al-Ikhlas, Amsterdam. Bila, sekedar UPZ, lanjutnya, persyaratan tidak berat, sehingga bisa langsung diterapkan.

Misi penting berikutnya dari kerja sama, MAJT menjadikan kerja sama tersebut sebagai momentum strategis untuk mengembangkan nilai-nilai Islam Wasathiyah atau Islam moderat sebagai penjabaran dari Islam Rahmatan Lil Alamin.

Para delegasi dibebani tugas MAJT untuk memperkenalkan berbagai kitab karya para ulama nusantara kepada masyarakat Eropa dalam forum pengajian, terutama kepada jemaah Masjid Al-Ikhlas, Amsterdam yang sebagian besar merupakan umat muslim Indonesia. Selama satu bulan penuh diharapkan bisa menyosialisasikan kitab-kitab tersebut untuk membuka khazanah tentang peran ulama nusantara dalam pengembangan kjeilmuan Islam yang moderat.

Makanya, lanjut Prof Noor Achmad, seleksi dan diklat kepada calon imam yang akan diberangkatkan ke Amsterdam menjadi urgen. Delegasi tidak hanya memiliki kompeten dalam hal bacaan Al-Quran yang baik, hafal minimal tujuh juz, memiliki suara yang bagus, menguasai fiqih, tetapi juga mahir berorasi dan punya daya analogi yang kritis.

Budi Santoso sebagai senior PPME sekaligus Takmir Masjid Al-Ikhlas, di Amsterdam menegaskan, perspektif yang disampaikan Prof Noor Achmad itu selaras dengan kebutuhan jemaah Masjid Al-Ikhlas, di Amsterdam. Mereka menginginkan tampilan Islam yang moderat, bukan radikal.

“Sentuhan Islam wasathiyah sangat dinanti di Amsterdam, yang jemaahnya berjumlah ribuan, termasuk WNI yang tinggal di belanda tetapi juga dari Suriname, Asia Tenggara, Maroko, dan lainnya. Maka dalam hal ini PPME mempercayakan PP MAJT mengirim delegasi imam shalat dan pengajian-pengajian. Penguasaan jemaah terhadap Al-Qur’an biasa saja, tetapi mereka punya pemikiran kritis,” kata Budi Santoso.

Menurut Budi Santoso, PPME mensyaratkan agar delegasi yang akan diberangkatkan, mempunyai akhlak yang baik, hafal Al-Qur’an minimal 7 Juz, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu Tajwid (teori dan praktek), memiliki kemampuan bacaan Al Qurán yang fasih dan merdu, memahami hukum fikih minoritas (fiqh aqliyyat).

Kemudian tidak berafiliasi dengan partai politik, mampu berkhutbah, dan berkenan memimpin istighosah dan pembacaan shalawat, berfaham Ahlussunnah wal Jamaah (moderat dan inklusif), mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan bahasa Arab dan usia antara 25-50 tahun.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

053671
Users Today : 31
Users Yesterday : 19
This Month : 835
This Year : 835
Total Users : 43671
Views Today : 59
Total views : 102992
Who's Online : 1
Your IP Address : 54.36.148.139
Server Time : 2023-01-31
0 0