Ustad Das’ad Latif Ajak Muslim Jalankan Islam Secara Kaffah

Ustad Das’ad Latif Ajak Muslim Jalankan Islam Secara Kaffah

Category : Berita Kajian

Memperingati Nuzulul Qur’an, pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menghadirkan penceramah nasional asal Makassar Ustadz Dr H Das’ad Latif dalam acara spesial Kajian ba’da subuh di ruang utama sholat MAJT, Selasa (26/4/2022) pagi.

Ustadz Das’ad dalam ceramahnya menyatakan adalah Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Salah satu perwujudan dari rahmatan lil alamin, adalah umat Islam harus menjaga hubungan baik dengan tetangga, semua orang tanpa membeda-bedakan agama, keyakinan dan paham. Umat Islam harus menghormati dan menjaga hubungan baik dengan semua orang.

“Yuk jaga hubungan baik dengan sesama manusia. Lebih-lebih tetangga. Jangan sampai, kita nanti di akhirat menjadi orang yang bangkrut. Orang yang bangkrut itu menurut Nabi, bukannya orang yang tidak rajin ibadah, rajin sedekah. Orang bangkrut di akhirat itu orang Islam yang ahli ibadah, ahli sholat, ahli zakat, puasa, haji, namun dia tidak bisa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Hidupnya selalu merugikan orang lain. Tidak bisa rukun,” terangnya.

Praktek lain dari Islam agama rahmatan lil alamin, adalah beribadah sesuai keyakinan tanpa menyalah-nyalahkan cara ibadah orang lain. Apalagi sampai mengajak permusuhan dengan yang tidak sepaham.

“Islam Rahmatan Lil Alamin itu, juga kita harus bisa menempatkan diri di tengah-tengah. Mengutip hadits nabi, khoirul umur ausatuha. Artinya sebaik baik perkara adalah tengah-tengah,” ucapnya.

“Misal, kita punya tanaman atau pohon yang berbuah. Kemudian ada ranting dan dahan dari pohon itu menjulur di atas tanah atau lahan milik tetangga, maka buah yang ada di pohon itu menjadi halal dimakan bagi tetangga, tanpa harus ijin dulu. Itulah Islam yang rahmatan lil alamin,” terang dia.

Ustad Das’ad Latif menjelaskan ada tiga pedoman ajaran mendasar yang harus dilaksanakan umat untuk menuju akhlak yang mulia. Ketiga pedoman itu sekaligus sebagai metode instropeksi diri ketika umat berkiprah di ranah budaya, sosial maupun dalam berpolitik praktis.

“Yang pertama adalah melaksanakan perintah Allah untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Secara menyeluruh. Tidak boleh secuil atau setengah-setengah,” kata dia.

Kedua, lanjutnya, sholat itu dapat mencegah kemungkaran. Itu memang betul apalagi itu janji Allah. Lalu muncul pertanyaan kenapa sudah sholat kok masih saja berbuat jahat. Berbuat yang melanggar norma-norma kesusilaan.

“Sudah melaksanakan sholat. Bahkan bukan hanya sholat wajib. Tapi juga sholat sunnah, termasuk tarawih. Tapi kok ya masih saja berbuat maksiat. Masih saja suka menyakiti perasaan orang. Berpendidikan tinggi tapi adabnya tidak karuan, lupa kalau puncaknya ilmu adalah adab. Masih saja korupsi. Pacaran dengan istri orang. Nah, itu pasti ada yang salah dengan sholatnya,” tandasnya.

Kemudian, yang ketiga zakat. Seberapa susah dan sulitnya umat dalam mengais rejeki, dan seberapa mudah serta menumpuknya harta kekayaannya, tetap saja ada hak yang harus diberikan kepada orang lain. Termasuk kepada fakir miskin, ibnu sabil ataupun kepada janda-janda tua. Sebab kalau yang masih muda masih berpotensi untuk mencari penghasilan ataupun kawin lagi.

“Yuk zakat kita keluarkan. Tidak banyak, hanya 2,5 persen. Tidak 5 persen. Zakat itu ibarat beli durian, kita tidak makan semuanya, kita buang kulitnya. Apakah kamu mau makan durian sekalian kulitnya. Jadi yuk bayar zakat,” tegasnya.

Sementara, KH Hanief Ismail, Lc mewakili Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah menjelaskan kegiatan kuliah ba’da subuh oleh Ustadz Das’ad Latif, adalah sebagai rangkaian kegiatan ramadhan 1443 hijriyah. Kyai Hanief berharap agar kegiatan ini bisa semakin membukakan hati agar lebih jernih dalam melihat semua permasalahan.

“Kami berharap kehadiran Ustadz Das’ad Latif bisa menjadikan kita semua semakin mencintai NKRI sehingga negara selalu dalam keadaan aman dan nyaman. Menempatkan umat Islam yang wasathiyah, berada di tengah-tengah, karena tempat itulah tempat yang paling baik sebagaimana disabdakan nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallim,” jelasnya.

Simak ceramah lengkapnya di link berikut :

 


Log out of this account

Leave a Reply

Radio DAIS