Tiga Masjid Tiadakan Shalat Idul Adha

  • 0

Tiga Masjid Tiadakan Shalat Idul Adha

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah H Musta’in Ahmad mengatakan, pihaknya telah menyiapkan naskah khotbah Idul Adha 1442H yang bisa dipakai untuk Shalat Id di rumah masing-masing.

‘’Kanwil Kementerian Agama sudah menyiapkan naskah khotbah yang sederhana yang bisa dipakai bahkan oleh orang yang masih awam terhadap khotbah. Jadi kita upayakan ada panduan dan Insya Allah mulai hari ini hari Jumat kemarin panduan atau naskah khotbah Idul Adha di rumah nanti kita sebarluaskan ke masyarakat,’’ kata Musta’in Ahmad kepada wartawan, kemarin.

Demikian juga terkait dengan tata cara tata laksana pelaksanaan Shalat Idul Adha di rumah, pihaknya sudah menyiapkan video animasi dengan harapan masyarakat juga bisa mengikuti atau melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah dengan mudah.

Dia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memotivasi masyarakat Jawa Tengah agar Covid-19 segera berakhir antara lain dengan cara mengelola Idul Adha dengan baik supaya tidak muncul penularan baru.

‘’Pernyataan saya selaku Kepala Kanwil Kemenag sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2021 dan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 202, ini sejalan dengan Tausiah MUI Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2021 tanggal 15 Juli tahun 2021. Maka kami mohon untuk umat Islam di Jawa Tengah melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing,’’ tegasnya.

Menurut Musta’in, apa yang menjadi pemikiran, yang menjadi pedoman pemerintah maupun ulama, dalam hal ini MUI, sudah sama yaitu kondisinya sedang dalam keadaan darurat.

‘’Kita harus mendahulukan menjaga keselamatan jiwa caranya salah satunya adalah Shalat Iduladha di rumah. Nah itu tentu diawali juga dengan takbir mengagungkan kebesaran nama Allah juga dari rumah. Takbiran tidak ada takbir bersama, takbir keliling tidak ada takbir arak-arakan, berkendaraan pun berjalan kaki tidak ada, semua takbiran di rumah,’’ katanya.

Sementara itu tiga masjid di Kota Semarang yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajah raya Semarang, Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Jawa Tengah Jalan Pandanaran 126, Simpanglima Semarang dan Masjid Agung Semarang (MAS) Alon-alon Barat, Kauman sepakat meniadakan Shalat Idul Adha 1442 H.

‘’Kami sepakat mendukung keputusan pemerintah, Kemenag maupun MUI untuk melaksanakan Shalat Id di rumah masing-masing. Kumandang takbir tetap dilaksanakan oleh pengurus takmir masjid dan mushala. Ini situasi darurat dan harus kita laksanakan,’’ tegas Ketua Bidang Takmir Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Jawa Tengah Dr H Multazam Ahmad kemarin.

Saat menyampaikan pernyataan, Multazam didampingi Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturahman Dr KH Ahmad Darodji Msi, Sekretaris Dewan Pelaksana Pengelola MAJT Drs KH Muhyiddin M.Ag, Ketua Yayasan MAS Ir KH Khammad Maksum, Ketua Takmir MAS KH Hanief Ismail Lc dan KH Muhaimin.

Meski meniadakan pelaksanaan Shalat Idul Adha, mereka tetap menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.

‘’Penyembelihan hewan kurban akan kita laksanakan di hari Tasyrik tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah di RPH dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,’’ kata Sekretaris MAJT Drs KH Muhyiddin M.Ag.

Agar tidak terjadi kerumunan, mereka tidak akan membagi kupon atau girik seperti biasanya. Tetapi para pengurus masjid dan panitia kurban yang akan mendatangi para mustahik.

‘’Termasuk kemungkinan tidak hanya daging kurban yang dibagikan tetapi juga bantuan beras dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),’’ kata Gus Hammad.

Dia mengharapkan masyarakat tidak usah datang ke tempat penyembelihan kurban, karena nanti panitia kurban atau pengurus masjid yang akan mendatangi para mustahik di rumah masing-masing.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

052148
Users Today : 70
Users Yesterday : 47
This Month : 383
This Year : 7333
Total Users : 42148
Views Today : 158
Total views : 99608
Who's Online : 1
Your IP Address : 185.191.171.23
Server Time : 2022-12-09
0 0