MAJT Tetap Gelar Shalat Tarawih dengan Lebih Pendek Waktunya

  • 0

MAJT Tetap Gelar Shalat Tarawih dengan Lebih Pendek Waktunya

Masjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah Raya Gayamsari Semarang kembali menggelar Jamaah Shalat Tarawih pada Ramadan 1442 H (2021 M ) ini. Ramadhan tahun 1441 H (2020 M) kemarin, karena pandemi covid-19 mengharuskan Masjid Agung Jawa Tengah meniadakan jamaah Shalat Tarawih.

Sekretaris Pengelola Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah Drs KH Muhyiddin MAg mengatakan, penyelenggaraan shalat Tarawih berjamaah diputuskan setelah pemerintah menetapkan tanggal 1 Ramadan jatuh pada Rabu 13 April 2021. Salat Tarawih berjamaah putaran pertama sendiri digelar Senin (12/4/2021) malam. Namun Shalat Tarawih digelar dengan berbeda dari tahun-tahun dulu saat normal, diantaranya dengan memperpendek durasi.

“Dalam kondisi normal salat tarawih di MAJT satu malam Imam membaca 1 juz Alquran. Untuk masa pandemi ini hanya diwajibkan setengah juz saja setiap shalat tarawih. Demikian pula tadarus usai tarawih hanya menyempurnakan yang setengah juz,” jelas KH Muhyiddin saat menjadi narasumber di acara ‘Ulama Menyapa’ kerjasama MUI Jawa Tengah dengan TV Kampus Udinus (TVKU), Senin petang (12/4/2021). Narasumber lain yakni Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji dan Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail Lc dengan yang dipandu host Myra Azzahra.

Lebih dari itu, kata Kiai Muhyidin, Shalat tarawih tetap menerapkan protokol kesehatan. Maksimal jamaah diisi 50 persen dari kapasitas masjid. Dalam seminggu, juga dilakukan penyemprotan disinfektan minimal 2 kali.

“Sebelum melaksanakan shalat jamaah Tarawih, para jamaah diwajibkan melewati skrining diantaranya cek suhu tubuh. Jamaah juga harus menjaga jarak antar satu jamaah dengan jamaah lain, serta wajib mengenakan masker,” katanya.

Dalam pelaksanaan Salat Isyak dan Tarawih putaran pertama Senin malam, baru diikuti oleh ratusan jemaah dari daerah sekitar. Sebelumnya, jemaah yang hendak memasuki area masjid diwajibkan mematuhi protokol kesehatan ketat. Sebelum, memasuki ruangan masjid jemaah dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu dan diharuskan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.

Apabila ada jemaah yang suhu tubuhnya melebihi 37,3 derajat celcius tidak diperkenankan masuk. Di dalam ruangan, setidaknya ada 10 saf jemaah pria dan 8 saf jemaah wanita yang terisi dengan aturan jaga jarak yang sudah ditandai dengan silang warna merah.

Selain itu, MAJT sudah tidak lagi menyediakan sajadah, mukena ataupun sarung yang biasa digunakan jemaah. Rata-rata para jemaah menggunakan alat shalat milik pribadi yang sudah dibawa dari rumah.

Kpeada wartawan, Humas MAJT Benny Arief Hidayat mengatakan teknis pelaksanaan ibadah shalat tarawih dilaksanakan dengan waktu yang lebih pendek. “Untuk teknis pelaksanaan tahun ini kami laksanakan dengan waktu lebih pendek dari biasanya kurang lebih masksimal 45 menit termasuk shalat isya,” jelasnya kepada wartawan, Senin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

052167
Users Today : 14
Users Yesterday : 75
This Month : 402
This Year : 7352
Total Users : 42167
Views Today : 28
Total views : 99653
Who's Online : 1
Your IP Address : 3.238.72.180
Server Time : 2022-12-10
0 0