Musdasi VIII RISMA JT, Regenarasi Organisasi Yang Berkelanjutan

  • 0

Musdasi VIII RISMA JT, Regenarasi Organisasi Yang Berkelanjutan

Balai Latihan Koperasi Provinsi Jawa Tengah, menjadi saksi bagi keberlanjutan kepeminpinan organisasi dari Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT). Musyawarah dan Konsolidasi (MUSDASI) ke VIII merupakan wadah bagi Anggota RISMA JT untuk melakukan Musyawarah bersama serta mengkonsolidasikan kembali tujuan dan pergerakan dari RISMA JT untuk 2 tahun ke depan.
MUSDASI ke VIII RISMA JT yang dilaksanakan di tengah pandemic Covid 19 dilaksanakan dengan protocol kesehatan yang ketat. Ketua Panitia Ahmad Ngusman menyampaikan hadir dalam MUSDASI VIII ini sebanyak 42 peserta yang merupakan anggota aktif dan sebelumnya telah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Pelaksanaan sidang – sidang dalam Musdasi tahun ini berjalan lancar dan tertib. Dibuka oleh Ketua Bidang Remaja, Drs. KH. Adib Fathoni, MSi, menyampaikan perlunya sinergi RISMA JT dengan Pengurus Pelaksana Pengelola MAJT dalam rangka membangun peradaban Islam melalui MAJT ini. Dihadiri juga oleh Bapak M. Maksum, S.Sos yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah, berharap RISMA JT ini menjadi inspirasi bagi pembinaan Remaja masjid lainnya di Jawa Tengah.
Ketua RISMA JT Demisioner, Anis Muchabak meyampaikan selama periode kepengurusannya telah melaksanakan kurang lebih 250 an kegiatan dalam 2 tahun ini. Kegiatan tersebut mulai dari kegiatan rutin mingguan, bulanan dan tahunan serta kegiatan insidental yang bekerja sama dengan berbagai pihak.
Banyak hal yang masih menjadi persoalan yang perlu diperbaiki ke depan dan menjadi pekerjaan bagi kepengurusan berikutnya, antara lain mensinergikan kegiatan yang diselenggarakan oleh MAJT dengan RISMA JT, menjalin komunikasi yang efektif dan dinamisasi keaktifan dari anggota RISMA JT yang sangat heterogen.
Dipimpin oleh Ali Imron (ketua), Yunita Sulistyo Nurani, SH (Sekretaris), dan Vera Fitri Apriliani, A.Md (anggota) Musdasi VIII ini selain untuk meminta pertanggung jawaban dari Pengurus Periode 2018 – 2020 juga untuk menetapkan arah kebijakan organisasi RISMA JT melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga RISMA JT, Garis Besar Haluan Kerja dan Garis Besar Haluan Organisasi, serta rekomendasi bagi kepengurusan RISMA JT periode berikutnya.
Musdasi VIII juga menetapkan Adip Chusnul Muhammad, ST sebagai ketua terpilih RISMA JT untuk periode 2020 – 2022. Adip yang terpilih dalam sambutannya menyampaikan akan meneruskan Program – program kerja yang selama ini telah berjalan dengan baik seperti Kajian Rutin, bakti social (santuanan yatim piatu dan dhuafa) dengan tetap memperhatikan kondisi terkini di tengah pandemic.
Kondisi di tengah pandemic saat ini membutuhkan kreativitas dari RISMA JT dalam menyelenggarakan kajian yang dapat menarik para remaja untuk tetap belajar agama dalam kajian yang di selenggarakan. Salah satu diantaranya yaitu dengan mengadakan kajian online sehingga tetap menjaga keistiqomahan dari jamaah untuk tetap belajar meskipun dari rumah.
“Selain itu RISMA JT yang memiliki anggota yang dinamis ini perlu strategi khusus dalam pembinaan internal sumber daya manusia RISMA JT, yang mana mereka harus bisa tetap ditumbuhkan semangat dakwahnya meskipun menghadapai berbagai tantangan” lanjut Adip.
Kami juga ingin menambah program – program keilmuan dan kewirausahaan agar bisa membina jamaah meningkatkan pemberdayaan ekonomi mereka untuk dapat dimanfaatkan tidak hanya saat pandemic seperti saat ini tetapi juga dalam membangun kemandirian umat islam.
Kami berharap RISMA JT dapat menjadi pusat perkembangan dakwah dan kajian bagi para pemuda, serta menjadi tolok ukur tentang system manajemen dakwah dan pengelolaan bagi seluruh remaja masjid di Jawa Tengah. Pungkas Adip Chusnul Muhammad yang juga ketua Karang Taruna di Kecamatan Sayung, Demak.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

About Author

MAJT TV

Televisi Masjid Agung Jawa Tengah

Leave a Reply

Kategori

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

039192
Users Today : 64
Users Yesterday : 0
This Month : 64
This Year : 5328
Total Users : 29192
Views Today : 111
Total views : 73171
Who's Online : 1
Your IP Address : 18.210.12.229
Server Time : 2021-03-01
0 0