RISMA JT adakan Grand Opening Pengajian di MAJT

  • 0

RISMA JT adakan Grand Opening Pengajian di MAJT

Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) mengadakan pembukaan pengajian setelah beberapa bulan selama masa pandemic Covid 19 ini tidak diselenggarakan. Kajian – kajian rutin yang diselenggarakan oleh RISMA JT hadirkan ulama dan kyai yang telah memiliki nasab keilmuan yang jelas dan teruji.
Grand Opening Pembukaan Majlis RISMA JT (22/8) diselenggarakan sebagai penanda kajian rutin yang diselenggarakan oleh RISMA JT akan dimulai kembali. Kajian – kajian Rutin baik mingguan maupun bulanan yang diselenggarakan oleh RISMA JT antara lain :
1. Kajian Kitab Mouidhotul Mukminin, Kajian ini diasuh oleh KH. Ubaidilah Shodaqoh, tiap hari selasa malam bakda Isya.
2. Kajian Remaja Mingguan (KARIM), yang diasuh oleh ustad dan habaib seperti Habib Muhammad Al Muthohar, Habib Hamid bin Sholeh Ba’agil, Habib Hasan Alaydrus, Habib Amin, Dr. KH. In’ammujahiddin, Ustad Fahrurrozi, Ustad Rikza Hamami, Kang Riyadh Ahmad, AH., Gus Boby. Kajian ini dilaksanakan setiap hari Rabu malam (Bakda Isya) 2 minggu sekali
3. Jamaah Mingguan Muslimah (JAMILAH) yang diasuh oleh Syarifah Nina, Syarifah Alina, Ning Muna dan Habib Abdurahman. Kajian ini dilaksanakan setiap hari Ahad (bakdal Ashar) setiap 2 minggu sekali.
4. Kajian Malam Ahad Wage, Habib Umar Muthohar, Habib Jakfar Al Musawwa, Habib Hasan Al Jufry. Kajian ini dilaksanakan setiap hari Sabtu Malam (Bakdal Isya).

RISMA JT dalam penyelenggaraan kajian – kajian tersebut berharap menjadi bagian dari ikhtiar untuk meghadirkan narasumber atau pengasuh kajian yang berkualitas dan jelas baik dari sanad keilmuan maupun keahlian dalam melaksanakan syiar agama Islam di Masjid Agung Jawa Tengah.
Anis Muchabakh, Ketua RISMA JT dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada jamaah yang selama ini hadir dan mendukung kajian yang diselenggarakan oleh RISMA JT. Hal ini tak terlepas sebagai buah dari keistiqomahan para jamaah untuk hadir sehingga kajian – kajian yang diselenggarakan oleh RISMA JT tetap eksis.
Sementara itu Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag, Sekretaris Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah yang hadir untuk membuka acara menyampaikan di dalam suasana Pandemi Covid – 19 ini diharapkan jamaah tetap menjaga diri dan melaksanakan protocol kessehatan di dalam masjid, jangan sampai karena Ghirah (semangat) kita dalam hadir dalam pengajian menjadi Cluster baru bagi MAJT. Disampaikan juga bahwa sangat senang dengan hadirnya para jamaah untuk meramaikan masjid.
Hadir dalam Grand Opening Pembukaan Majlis Kajian RISMA JT antara lain KH. Ubaidillah Shodaqoh, Habib Umar Muthohar, Habib Muhammad Al Muthohar, Habib Hamid bin Sholeh Baagil, Dr. KH. In’amuzzahiddin, Ustadz Riyad Ahmad, AH.
Pengajian dibuka oleh tausiyah dari Habib Hamid bin Sholeh Ba’agil menyampaikan pentingnya mengaji dan mencari ilmu setiap hari agar dalam pencarian ilmu tersebut Allah SWT memberikan hikmah didalamnya. Selain itu juga agar mencari majlis ilmu yang jelas dalam sanad keilmuan sehingga kita tidak akan bimbang dalam mengamalkannya.
KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah menyampaikan bahwa “Ngaji sing saktenanne iku kudu Mutawajjihan (Bertatap muka) kalihan gurune. Nak jaman saniki ono ngaji lewat Youtube lan Facebook, iku gapopo, tapi cukup didadikke selingan wae. Sing ngaji utama tetep kudu menghadap guru sing wis jelas sanad lan keilmuanne, ora gur guru sing pinter ceramah tapi ga jelas sanadde.”. Belajar mengaji seharusnya wajib bertatap muka dengan Guru (pengajar). (Jika Zaman sekarang bisa belajar melalui Youtube dan Facebook, tidak mengapa, tetapi hanya dijadikan sebagai selingan. Belajar yang utama tetap harus bertemu dengan guru yang jelas dari Sanad dan kualitas keilmuannya, tidak hanya guru yang pintar berpidato tetapi tidak jelas sanad dan keilmuannya.)
Gus In’amuzzahidin Masyudi juga menyampaikan pentingnya menjaga niat dalam mengikuti kajian karena sesuai dengan “segala amal berdasarkan niatnya” yang mengartikan bahwa Allah akan memberikan sesuai dengan permintaan hambanya. Pentingnya mencari keridhoan Allah SWT dalam setiap amal perbuatan yang kita laksanakan akan memberikan berkah dunia dan akhirat, akan tetapi apabila kita hanya meniatkan amal kita akan balasan dunia hanya akan mendapatkan balasan dunia.
Di sesi penutup Habib Umar al Muthohar menyampaikan agar kita mengambil ibrah atau pelajaran dari Pandemi Covid-19 ini. Dimana dalam masa pandemic covid-19 ini kita diharuskan memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Diuraikan bahwa masing-masing hal tersebut mengingatkan kita untuk selalu memakai masker atau menjaga perkataan kita dari perkataan yang kurang bermanfaat dan mensakiti orang lain.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

About Author

MAJT TV

Televisi Masjid Agung Jawa Tengah

Leave a Reply

Kategori

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

030545
Users Today : 36
Users Yesterday : 47
This Month : 1452
This Year : 14227
Total Users : 20545
Views Today : 95
Total views : 50167
Who's Online : 1
Your IP Address : 34.201.9.19
Server Time : 2020-10-31
0 0