Virus Korona dan Kehendak Allah

  • 0

Virus Korona dan Kehendak Allah

SEMARANG, suaramerdeka.com – Memasuki tahun 2020 ini, kita dan seluruh penduduk dunia dikejutkan oleh makhluk yang sangat-sangat kecil, yang berasal dari Wuhan Hubei China, yakni Virus Corona yang kemudian terkenal dengan Covid-19 (Corona Virus Desease-2019) yang kemudian dalam waktu yang begitu cepat, berkembang menjadi wabah yang oleh WHO (World Health Organisation) dinyatakan sebagai pandemi. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, ijinkan saya mengajak pembaca, untuk mentadabburi dan mengajak mensyukuri anugerah dan karunia Allah. Karena, hanya atas anugrah dan karunia-Nya, kita semua sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita sebagai ibadah sosial kita.

Apa sesungguhnya pelajaran atau i’tibar yang dapat diambil dari peristiwa yang mengguncang dunia, dan bahkan menimbulkan semacam “kepanikan massal” ini. Apakah ini peringatan Allah, Tuhan Sang Pencipta kehidupan, agar manusia sebagai hamba-hamba dan makhluk ciptaan-Nya, ini sudah lupa dan banyak melakukan penyimpangan, atau karena apa? Ataukah karena ulah manusia itu sendiri yang melakukan coba-coba untuk menjadikan Covid-19 sebagai “senjata biologi” untuk menghancurkan lawan? Jika demikian, lalu siapa pembuat dan siapa sasarannya? Kiranya tidak pada tempatnya, tulisan ini untuk saling menyalahkan?

Shalawat dan salam mari kita senandungkan pada junjungan kita Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang komitmen dan istiqamah meneladani beliau. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah dan di akhirat nanti kita mendapatkan syafaat beliau. Mari kita rawat dan jaga kualitas iman dan taqwa kita kepada-Nya, agar kita siap menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan apapun, termasuk virus corona, dan tidak berkurang keimanan kita, bahwa semua peristiwa itu terjadi atas kehendak-Nya.

Hingga tulisan ini dibuat (16/3/2020) jam 19.00, virua Corona, yang disebut Covid-19 telah menjangkiti 157 negara. Laman worldometers.info secara real time pada Senin (16/3/2020) pukul 08.50 WIB mencatat, ada total 169.531 kasus infeksi di seluruh dunia. Kasus di pusat penyebaran di China mulai menurun. Hingga berita ini diturunkan, ada 16 kasus dan 14 kematian baru yang seluruhnya berada di Hubei. Total pasien yang sembuh di China mencapai 67.752 jiwa, sedangkan untuk tingkat global kesembuhan mencapai 77.753 jiwa. Untuk tingkat global, kasus pasien meninggal tercatat sebanyak 6.515 di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, Pemerintah melalui juru bicara nasional untuk penanganan virus corona (Covid-19) dr. Achmad Yurianto, mengumumkan sebanyak 21 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia. Total jumlah pasien positif virus corona di Indonesia menjadi 117 kasus. Termasuk 2 di Jawa Tengah. Pasien positif virus corona ini tersebar di delapan wilayah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Banten.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sesungguhnya kami kepada-Nya akan kembali”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Menghadapi Covid-19 tersebut, kita semua memiliki kewajiban bersama pemerintah, untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan berbagai langkah dan kesiapan, dan tidak perlu panik secara berlebihan. Pemerintah telah berusaha melakukan yang terbaik, mari kita dukung. Anak-anak sekolah sudah diliburkan selama 14 hari, untuk memotong “rantai” inkubasi dan penularan virus corona tersebut, demi menghindari wabah corona tersebut. Soal shalat berjamaah dan shalat Jumat, kiranya tidak perlu diliburkan bagi yang sehat, meskipun ada beberapa fatwa Ulama, yang membolehkan tidak shalat Jumat. Demi menghindari madharat. Karena kaidah hukum Islam menegaskan “dar’u l-mafasid muqaddamun ‘ala jalbi l-mashalih” artinya “menghindari madharat didahulukan daripada mengambil manfaat”.

Yang jelas, praktik atau kaifiyat berwudlu secara benar, sesungguhnya akan menghambat penularan Covid-19. Apalagi dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Mari kita jaga bersama kesehatan dan daya imunitas dalam diri kita, mengonsumsi vitamin C yang cukup, makan yang bergizi, agar kita mampu menghadapinya dengan tetap sehat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hadid: 22 bahwa semua kejadian di muka bumi ini, hatta kemunculan Covid-19, berada dalam genggaman dan kehendak Alah. “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.

Oleh karena itu, sebagai hamba-hamba Allah yang beriman, kita meyakini, bahwa semua kejadian di muka bumi ini, termasuk Covid-19, adalah bagian dari kehendak dan ciptaan-Nya, meskipun boleh jadi melalui “perantaraan” tangan-tangan manusia sebagai makhluk-Nya. Karena itu, sudah 14 abad lebih, Rasulullah saw telah mengingatkan pada kita. Riwayat dari Usamah bin Zaid, Nabi saw bersabda: “Apabila kamu sekalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan apabila wabah itu melanda suatu negeri dan kamu sekalian berada di dalamnya, maka jangan keluar dari negeri itu” (Muttafaq ‘alaih).

Langkah pemerintah untuk mengevakuasi WNI yang tadinya berada di Wuhan Hubei China, adalah bagian dari tindakan cepat untuk menyelamatkan mereka, dan ini sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO, termasuk mengisolasi selama 14 hari, baik di Pulau Natuna maupun di Pulau Sebaru Kepulauan Seribu bagi penumpang kapal pesiar, adalah dalam ikhtiar meminimalisir dan memperkecil penularan Covid-19 tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Janganlah mencampurkan orang yang sakit dengan orang yang sehat” (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Untuk menghadapi mewabahnya Covid-19 (Coronavirus Desease, 2019) tersebut, mari kita melakukan ikhtiar bersama-sama agar dapat terhindar dari infeksi Covid-19 tersebut, kita mengikuti apa yang dianjurkan oleh pemerintah dengan baik, namun demikian, sebagai hamba-hamba Allah yang beriman, kita tidak boleh melupakan ikhtiar bathin, mendekatkan diri kepada Allah, seraya memohon kepada Tuhan kita dan Tuhannya segala virus.

KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus, memberikan nasihat dan ijazah, agar kita melakukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, mari kita senantiasa menyempurnakan wudlu, dan membaca doa secara rutin: “BismiLlahi laa yadlurru ma’a smiHi syai-un fi l-ardli wa laa fi s-samaa-I wa huwa s-sami’u l-‘aliim” artinya  “Dengan Asma Allah, yang bersama Asma-Nya (Allah) tidak akan menimbulkan madharat sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi, dan Dia (Allah) Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang membaca di setiap pagi dan sore bacaan :  “BismiLlahi laa yadlurru ma’a smiHi syai-un fi l-ardli wa laa fi s-samaa-I wa huwa s-sami’u l-‘aliim” sebanyak tiga kali, maka tidak ada sesuatupun yang akan membawa madharat baginya”. (Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Utsman bin ‘Affan ra).
Ketiga, mewiridkan Asma Allah: “Yaa Salaam, Yaa Hafiidh, Yaa Maani’u wa Dhaarr” artinya “Wahai Dzat Yang Memberi Keselamatan, Wahai Dzat Yang Memelihara, Wahai Dzat Yang Mencegah (segala mara bahaya), dan Dzat Yang Memberi Madharat” sebanyak 20 kali sehabis shalat.

Keempat, senantiasa membaca doa: “Allaahumma innii as-aluka l-‘afwa wa l-‘aafiyata wa l-mu’aafata d-daaimata fi d-diini wa d-dunyaa wa l-akhirah” artinya “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, pemaafan (dari dosa), kesehatan (yang sempurna), dan kesembuhan selamanya dalam urusan agama, dunia, dan akhirat”.

Kelima, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, membaca istighfar, bertaubat, memohon maghfirah-Nya, berdzikir, dan membaca qunut nazilah di setiap rakaat terakhir shalat fardlu atau maktubah, memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari berbagai macam wabah, bencana, dan marabahaya.  Allah SWT berfirman:  “Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Huud: 117).

Mengakhiri renungan ini,  mari kita simak dan hayati secara saksama Firman Allah : “Dan sekiranya penduduk negeri ini sungguh-sungguh beriman dan bertaqwa sungguh Kami bukakan pada mereka keberkahan dati langit, akan tetapi mereka berdusta maka Kami berikan pada mereka hukuman atas apa yang mereka lakukan” (QS.  Al-A’raf: 96). Kita tidak bisa mengetahui secara persis apa pelajaran di balik kehendak Allah, menciptakan dan menurunkan Covid-19, apakah ini ungkapan cinta-Nya pada kita sebagai hamba-hamba-Nya, agar terus mengikuti rambu-rambu-Nya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Allah a’lam.

Semoga saudara-saudara kita yang terinfeksi virus Corona, dapat segera dapat disembuhkan, dan kita seluruh bangsa Indonesia ini, senantiasa diberi pertolongan oleh Allah, makin rendah hati, tawadlu’, dan melakukan muhasabah agar di sisa umur kita, hidup kita membawa manfaat bagi orang banyak, juga bagi agama, nusa dan bangsa. Sehingga kita bisa berikhtiar mewujudkan baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur artinya “Negeri yang gemah ripah loh jinawy toto tenterem kerto raharjo nir ing sambikolo, di bawah siraman maghfirah dan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Pengampun. Amin ya Rabbal alamin.

(Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Wakil Ketua Umum MUI Jateng, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua LPPOM MUI Jateng)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

About Author

MAJT TV

Televisi Masjid Agung Jawa Tengah

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

052140
Users Today : 62
Users Yesterday : 47
This Month : 375
This Year : 7325
Total Users : 42140
Views Today : 138
Total views : 99588
Who's Online : 3
Your IP Address : 54.36.148.242
Server Time : 2022-12-09
0 0