Wujudkan Visi dan Misi, MAJT Semarang Bentuk Pengelola Yang Kuat dan Profesional

  • 0

Wujudkan Visi dan Misi, MAJT Semarang Bentuk Pengelola Yang Kuat dan Profesional

SEMARANG – Ketua Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) Prof Dr Noor Ahmad MA memberikan ‘warning’ kepada pengurus baru Masjid Agung Jawa Tengah periode 2019-2023 mampu menjabarkan program kerja yang telah menjadi amanat pada rapat kerja di Bandungan beberapa waktu lalu.
”Sesuai dengan visi kami selaku pengelola sudah bertekad akan menjadikan MAJT sebagai pusat peribadatan dan peradaban tingkat nasional maupun internasional, sehingga diperlukan kerja keras para pengurus. Tentu saja untuk mengurus masjid sebesar ini tidak akan mampu hanya mengandalkan beberapa gelintir pengurus, tetapi harus bersama-sama, seluruh pengurus di semua bidang,” tegas Ketua

Pengurus Pengelola MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA usai pengukuhan dan ta’aruf Pengurus Harian dan Pleno Pelaksana Pengelola MAJT, di aula kantor MAJT, Sabtu (11/1).
Mantan anggota DPR ini mengakui, setelah seluruh program kerja berjalan dengan baik, maka arah MAJT ke depan diharapkan menjadi ikon peribadatan dan peradaban, baik tingkat nasional maupun internasional.
”Kalau sudah menjadi ikon, maka MAJT praktis akan menjadi rujukan, baik terkait peribadatan maupun keagamaan, sehingga ke depan juga akan menjadi pusat destinasi wisata dan tentu saja menjadi masjid percontohan dalam berbagai kegiatan keagamaan,” kata KH Noor Ahmad.

KH Noor Ahmad menambahkan, MAJT berdiri di atas tanah seluas 11,5 hektare, sehingga MAJT merupakan masjid terbesar, bukan saja tingkat nasional tetapi terluas di Asia. Belum lagi jika nanti aset tanah banda masjid Kauman yang berada di sekitar masjid dengan total seluas 23 hektar, sehingga total luasnya mencapai 34,5 hektare.
”Dengan aset seluas itu akan kita berdayakan untuk memakmurkan masjid. Maka peran dan sumbangsih para pengurus sangat dibutuhkan. Misalnya, untuk mendukung destinasi wisata, tentu harus kita bangun dengan baik agar bisa menarik perhatian wisatawan,” katanya.

Selain para pengurus, saat ini para pegawai MAJT dengan SDM yang profesional, mumpuni siap mendukung dan mengembangkan MAJT sebagai masjid yang memiliki kekuatan dan ikon termegah. Untuk mendukung hal ini, para pegawai sudah siap didaftarkan ISO untuk pelayanan yang lebih baik.
Menurut KH Noor Ahmad, beberapa aset di MAJT banyak yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, saat ini hall yang sering disewa masyarakat tarifnya ternyata jauh masih murah. Oleh karenanya hall tersebut juga perlu pengembangan supaya lebih gemebyar. Demikian juga aset-aset lainnya perlu ditata agar bisa bermanfaat.
Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) juga berencana mengembangkan kawasan sekitar masjid menjadi Little Mecca atau Mekah Kecil. Sehingga, ketika orang datang ke kawasan itu, seolah berada di kota suci Mekah.
“Artinya orang datang akan sekaligus bisa berbelanja, sekaligus berwisata termasuk kuliner yang makanannya serba timur tengah, kawasannya juga dikemas menjadi seperti timur tengah. Bisa jadi ada untanya juga,” kata Noor Ahmad.

Pada saat ini, lanjut KH Noor Ahmad, sudah dibuat miniatur kabah, ke depan orang berjualan pakaian model timur tengah, kuliner khas timur tengah, perlengkapan haji dan oleh-oleh haji, dan lain-lain. “Karena kita sudah memiliki MAJT yang sejak awal dibuat dan diisi mirip dengan Masjid di Mekah, tarawihnya seperti di Mekah, Imamnya seperti di Mekah, Adzannya seperti di Mekah,” katanya.
Diharapkan, jika kawasan wisata baru itu sudah jadi maka pengunjung yang datang akan dapat menikmati kuliner timur tengah, menikmati suasana seperti di Mekah maupun Madinah.
Dia menambahkan, untuk menjadi ikon masjid pusat peribadatan dan peradaban MAJT harus mulai diviralkan melalui media sosial, facebook, twetter, instagram, dan sebagainya. ”Untuk mendukung program ini MAJT bekerja sama dengan Udinus akan menggelar pelatihan bagi pengurus dan pegawai di lingkungan MAJT,” katanya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

About Author

MAJT TV

Televisi Masjid Agung Jawa Tengah

Leave a Reply

Kategori

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

026775
Users Today : 20
Users Yesterday : 63
This Month : 652
This Year : 10457
Total Users : 16775
Views Today : 77
Total views : 42405
Who's Online : 1
Your IP Address : 3.228.220.31
Server Time : 2020-08-12
0 0