H. Noor Achmad : Tolak Dakwah dengan Kekerasan

  • 0

H. Noor Achmad : Tolak Dakwah dengan Kekerasan

Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk tidak mengikuti pola dakwah yang mengedepankan cara radikal. Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPP MAJT DR H Noor Achmad MA, pada peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriyah di ruang utama shalat MAJT, Jumat (6/10) malam.

Menurutnya, MAJT sebagai masjid terkemuka di level internasional, semakin menjadi rujukan dan pusat studi banding berbagai negara, karena dikenal sebagai masjid yang memperkenalkan Islam rahmatan lil alamin. Islam wasatiyah yang mengedepankan keramahan, toleransi dan moderat.

“Saya mengajak masyarakat, jangan terpengaruh dengan aliran yang mengatasnamakan Islam, dan dakwah yang digunakan dengan cara kekerasan. Wajah Islam sesuai ahlussunnah wal jamaah itu tidak sedikitpun terdapat pola kekerasan dalam dakwahnya, sehingga konsep Islam Wasatiyah yang dikembangkan oleh Walisongo, inilah yang menjadimayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, ”tutur Beliau.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga meminta, tahun baru Islam agar dijadikan momentum untuk bermuhasabah atau instrospeksi diri, mengevaluasi tahun lalu, baik dari segi ibadah maupun perilaku.

Gubernur Jateng dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Jateng Eddy Joko Pramono, menyampaikan terima  kasih kepada masyarakat yang telah menjaga kondusifitas keamanan di provinsi ini sehingga terjaga dengan sebaik. Tanpa bantuan dan kerja sama dari masyarakat, tentu aparat tidak dapat maksimal dalam menjaga keamanan.

Semantara itu, pengasuh Ponpes Al Muhariyah Demak KH  Adib Zamroni dalam tausiahnya mengajak, di tahun baru Islam, umat Islam harus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dengan cara beristiqomah untuk meraih karamah. “Marilah kita saling menyayangi dan tidak melegalkan kekerasan dalam berdakwah,” katanya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

052168
Users Today : 15
Users Yesterday : 75
This Month : 403
This Year : 7353
Total Users : 42168
Views Today : 31
Total views : 99656
Who's Online : 1
Your IP Address : 3.238.72.180
Server Time : 2022-12-10
0 0