MAJT Siapkan 5.000 Kacamata Gerhana Matahari

  • 0

MAJT Siapkan 5.000 Kacamata Gerhana Matahari

SEMARANG – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bersama tim ahli falak UIN Walisongo Semarang, Kanwil Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng kemarin terus melakukan persiapan pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT). Tiga teleskop khusus telah diuji coba di halaman plaza MAJT yakni teleskop Altazimut I ptron, teleskop Equatorial Xorion dan teleskop Altazimut Vixen. Kemarin tampak kesibukan para pengurus MAJT,  mahasiswa prodi Ilmu Falak UIN, Dekan Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang Dr H Akhmad Arif Junaidi Mag, Dr H Ahmad Izzudin Mag dan lain-lain menyiapkan berbagai peralatan dan perlengkapan yang akan dipakai mengamati Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016.
Wakil Ketua MAJT Agus Fathuddin Yusuf  menjelaskan pihaknya menyiapkan sedikitnya 5.000 kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari. Yang menginginkan kacamata tersebut bisa menghubungi sekretariat MAJT.
Seluruh kegiatan pengamatan GMT akan dipusatkan di halaman plaza MAJT atau di bawah payung elektrik. ‘’Shalat kusufus Syamsi atau shalat gerhana matahari juga kami selenggarakan di pelataran masjid, tidak di dalam,’’ katanya. Seluruh kegiatan akan dimulai pukul 06.30 WIB. Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko bersama para pejabat Muspida, juga Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  akan bergabung dengan umat Islam menunaikan shalat sunat tersebut. Bahkan ratusan ulama se-Jateng yang tengah mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jawa Tengah di Hotel Semesta, juga mengikuti shalat serta pengamatan gerhana di MAJT. ‘’Kami sudah mendapat kepastian dari Ketua Umum MUI Jateng Kiai Ahmad Darodji bahwa para kiai dan alim ulama akan ikut shalat dan mengamati gerhana di Masjid Agung,’’ katanya.
 
Baca Tasbih
Wagub akan menyampaikan pidato sebelum shalat gerhana. Kemudian tim ahli falak dipimpin Dr KH Ahmad Izzudin MAg akan memberikan petunjuk teknis bagaimana melihat GMT dengan aman. ‘’Karena teropong hanya tiga maka kami siapkan untuk pak Wagub dan pejabat serta para kiai yang akan menyaksikan gerhana lewat teleskop,’’ kata Izzudin. Teleskop tersebut kata dia di bagian lensanya sudah dilapisi dengan pengaman antiradiasi matahari. Sedang yang tidak bisa melihat melalui teleskop bisa menggunakan kacamata yang disediakan MAJT.
Mengenai cuaca pada Rabu 9 Maret 2016, Izzudin sudah mendapat informasi dari BMKG bahwa pada tanggal tersebut Kota Semarang dan sekitarnya sejak pagi hingga siang dalam keadaan cerah. Sedang sore aka nada mendung. ‘’Insya Allah kami optimistis di Semarang gerhana akan bisa kita saksikan walaupun hanya 80 persen tidak 100 persen seperti di Sulawesi dan Kalimantan,’’ katanya.
Shalat gerhana akan diimami KH Ulil Abshor Al-Hafidz dan Khatib Dr H Noor Achmad MA, dengan lantunan muadzin  H Mohammad Rohani dan Hasanudin. ‘’Jamaah akan kami ajak memperbanyak bacaan tasbih, tahmid dan istighfar,’’ katanya. Prosesi diawali dengan mengamati gerhana dulu, baru kemudian shalat kusufus syamsi. Setelah itu disambung dengan mujahadah untuk murid SMP/MTs, SMA, Madrasah Aliyah/SMK yang akan melaksanakan UN/SNMPTN. Mujahadah akan dipimpin Habib Ja’far Al-Musawwa.
Agus mengharapkan agar para jamaah sudah berwudlu dari rumah dan berpakaian nuansa putih. ‘’Insya Allah pelataran MAJT di bawah payung akan berubah menjadi lautan umat berpakaian putih,’’ katanya.
 
KETERANGAN FOTO:
PERSIAPAN PENGAMATAN GERHANA MATAHARI TOTAL DI MASJID AGUNG JAWA TENGAH (MAJT)
 
Wakil Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Drs H Agus Fathuddin Yusuf MA, bersama Ketua Asosiasi Ahli Falak Indonesia Dr KH Ahmad Izzudin MAg, Dekan Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang Dr H Akhmad Arif Junaidi MAg dan mahasiswa Program Studi Ilmu Falak melakukan persiapan pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT) di halaman plaza MAJT, Sabtu 5 Maret 2016. GMT dijadwalkan akan terjadi Rabu 9 Maret 2016 mulai pukul 06.30-08.30. Di Halaman Plaza MAJT akan digelar pengamatan GMT sekaligus Shalat Kusufus Syamsi atau Shalat Gerhana Matahari.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Kategori

Testimonials

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

044371
Users Today : 11
Users Yesterday : 13
This Month : 556
This Year : 10507
Total Users : 34371
Views Today : 17
Total views : 83555
Who's Online : 1
Your IP Address : 207.46.13.32
Server Time : 2021-11-28
0 0