Pengajian Isra Mi’raj MAJT dipadati jama’ah

  • 0
DSC_4355

Pengajian Isra Mi’raj MAJT dipadati jama’ah

Isra Mikraj merupakan salah satu kejadian penting dalam agama Islam. Isra Mikraj merupakan peristiwa dijalankannya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram Makkah al Mukarromah menuju Masjid Al Aqsa Palestina.

Selanjutnya dari Masjid Al Aqsa menuju Sidratil Muntahaatas kehendak Allah Swt. Banyak pengalaman yang diterima Nabi Muhammad dalam peristiwa tersebut, selain mendapat oleh-oleh kewajiban mendirikan shalat lima waktu, masih banyak pengalaman lain yang didapatkan, di antaranya belajar kesabaran dan memelihara hawa nafsu.

Hal itu diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatu Tholibin, Kabupaten Rembang, KH Muhammad Syarofuddin Qoimas saat menyampaikan tausiah pada acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad, di ruang shalat utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajah Raya, Gayamsari, kemarin malam.

“Banyak kejadian yang dapat direnungi dalam Isra Mikraj. Selain mendapat wahyu mendirikan salat 50 waktu sebelum akhirnya menjadi lima waktu, juga belajar kesabaran dan memelihara hawa nafsu,” kata Kiai Syarofuddin.

Dalam konteks ini, Kiai Syarofuddin menjelaskan, setiap manusia memiliki keinginan-keinginan atau hawa nafsu. Ia berpesan agar seseorang mampu memelihara, karena kalau tidak mampu memelihara akan terjerumus dalam lembah kemaksiatan. “Hawa nafsu itu seperti anak kecil yang masih menyusui. Jika dibiarkan, dia akan ketagihan hingga dewasa. Namun, jika disapih, maka dia akan terbiasa,” ungkap Kiai Syafroddin mengutip karangan Imam Al Bushiri.

Memiliki Keinginan-Keinginan

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Darodji menuturkan, Isra Mikraj berkaitan erat dengan peristiwa Amul Khuznu(tahun puncak kesusahan-Red) yang dialami Nabi Muhammad. Saat itu orangorang terdekat Nabi seperti Siti Khadijah, istri Nabi meninggal dunia. Tidak hanya itu, paman kesayangan Nabi, Abu Thalib yang selalu mendampingi selama berdakwah juga wafat.

“Selanjutnya oleh Allah Swt, Nabi Muhammad dihibur dengan adanya Isra Mikraj,” ungkapnya. Adapun Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT, KH Noor Ahmad mengatakan, kegiatan Isra Mikraj di MAJT rutin digelar setiap tahun. Dia berharap masyarakat muslimin semakin paham dan mengerti misi dari Isra Mikraj.

“Mudah-mudahan semakin memahami apa itu Isra Mikraj. Jika memang terkait perintah mendirikan shalat lima waktu, mari laksanakan dengan setulus hati,” katanya. Selain KH Ahmad Darodji dan KH Noor Ahmad, acara tersebut juga dihadiri pengurus DPP MAJT seperti KH Hanif Ismail, KH Muhyiddin, dan sejumlah tamu undangan dari Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV/ Diponegoro, dan Polda Jateng.


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

0 0 0