Jalan Baru dari MAJT ke Jolotundo Diresmikan, Permudah Akses Jama’ah

  • 0
DSC_7464

Jalan Baru dari MAJT ke Jolotundo Diresmikan, Permudah Akses Jama’ah

SEMARANG – Upaya pengurus Masjid Agung Jawa Tengah untuk kemakmuran terus dilakukan. Terkini, yaitu jalan baru atau jalan tembus dari Jalan Jolotundo sudah dibuka atau dioperasikan, per 1 Maret 2018 kemarin. Dengan demikian, pengunjung sudah bisa keluar masuk melalui jalan tersebut. Sebagaimana pintu masuk utama Jalan Gajah Raya, jalan baru yang ada di sisi selatan masjid ini juga diberi gerbang megah dan juga sistem parkir otomatis.
Ketua DPP Masjid Agung  KH Noor Achmad mengatakan, dengan sudah dibukanya jalan baru itu, maka pengunjung atau Jemaah dari kawasan Simpang Lima atau Jalan Kartini bisa langsung masuk dan keluar melalui jalan itu tanpa harus ke jalan Gajah Raya. Hal ini tentu memudahkan dan mempercepat Jemaah untuk sampai ke masjid. “Arus lalu lintas Jalan Gajah Raya cukup padat. Apalagi kalau jam sore dan saat sholat Isyak. Sekarang pengunjung  dari  Simpang Lama dan Jalan Kartini tidak perlu sampai ke Jalan Gajah Raya,” kata anggota DPR RI ini.

Dikatakan Noor Achmad, sama seperti pintu utama MAJT di Jalan Gajah Raya, jalan masuk Jalan Jolotundo juga dilengkapi dengan sistem parkir otomatis yang tersambung dengan parkir otomatis jalan utama. “Misal Jemaah masuk lewat jalan Jolotundo, kemudian keluarnya lewat jalan depan masjid juga bisa,” terangnya.

Untuk jalan tembus menuju Jalan Soekarno Hatta Semarang, kata Noor Achmad, karena kondisi jalannya belum mendukung maka sejauh ini belum dibuka untuk akses keluar dan masuk ke MAJT. “Rencana awal hanya bisa untuk akses keluar dulu,” tegasnya.

Perlu diketahui, jalan baru jalan Jolotundo–MAJT sudah diresmikan Jumat (12/1) silam. Namun saat itu, belum bisa langsung digunakan karena gerbang serta pos parker otomatis belum jadi.  Begitu sekarang jadi, maka langsung dibuka.

Keberadaan jalan tersebut akan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan Gajah Raya, karena jemaah atau pengunjung MAJT yang datang atau pulang ke Jalan Kartini bisa langsung lewat jalan itu.
“Ini adalah bagian dari upaya pengurus untuk memakmurkan masjid. Jalan itu menjadi akses bagi jemaah dari Jalan Kartini, Simpang lima dan lain lain,” kata Ketua DPP MAJT KH Noor Achmad usai peresmian waktu itu. (ZP03)


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

0 0 0