Masjid Agung Jawa Tengah Gelar Sholat Gerhana di bawah Payung Raksasa

  • 0
WhatsApp Image 2018-01-24 at 11.04.28(1)

Masjid Agung Jawa Tengah Gelar Sholat Gerhana di bawah Payung Raksasa

Jelang pelaksanaan Sholat gerhana Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menyiapkan Plaza MAJT yang akan digunakan untuk pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan (31/1). Rangkaian acara dimulai dengan pengamatan gerhana bulan bersama setelah Sholat maghrib berjamaah dan Sholat gerhana setelah sholat isya.

Pengamatan Gerhana bulan ini akan dipandu oleh Ketua Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah yang juga Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag.  menyatakan pihaknya telah mempersiapkan dengan matang kegiatan untuk menyambut gerhana bulan ini. Pengecekan lokasi dan pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat nantinya akan dapat melaksanakan sholat gerhana di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus langsung melaksanakan pengamatan gerhana bulan total.

Ahmad Izzudin yang juga Ketua Program Studi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo mengatakan beberapa peralatan untuk pengamatan telah dipersiapkan untuk melakukan pengamatan gerhana Bulan total. Seperti teleskop, binokuler dan sebagainya didatangkan dari UIN Walisongo Semarang dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan pengamatan gerhana Bulan total di bawah payung elektrik MAJT kemudian di lanjutkan dengan simulasi operasional teleskop dan pengamatan gerhana.

Beberapa mahasiswa juga telah dipersiapkan untuk memandu jamaah dalam pengamatan gerhana bulan tersebut. “Peristiwa gerhana Bulan total ini merupakan fenomena astronomi unik dan langka, oleh sebab itu kita harus menyambutnya dengan totalitas dengan melaksanakan kegiatan ibadah yang ilmiah, yaitu dengan melaksanakan sholat gerhana bulan dan pengamatan gerhana bulan yang akan dilaksanakan di bawah payung electrik masjid Agung Jawa Tengah” paparnya.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Noor Ahmad, MA yang juga anggota komisi VIII DPR RI mengapresiasi kegiatan tersebut. kegiatan tersebut memiliki peran yang sangat strategis yaitu pertama sebagai bagian  dari pemaknaan kita terhadap fenomena alam yang berupa gerhana bulan total yang juga mempunyai makna religious sehingga kita adakan shalat gerhana. Kedua bahwa MAJT sejak awal berdirinya sudah menjadikan diri sebagai salah satu pusat kajian ilmu falak dan untuk hisab dan rukyat sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat mengenai rukyatul hilal dan informasi lain yg terkait dg hisab dan rukyat.

Secara Khusus kami mengundang Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA untuk menjadi khotib sholat gerhana dan Imam besar Masjid Agung Jawa Tengah untuk memimpin sholat gerhana tersebut, tambahnya.

Ia juga menghimbau agar seluruh masyarakat Muslim khususnya di Jawa Tengah dapat turut serta mengikuti pengamatan gerhana bulan total sekaligus melaksanakan sholat gerhana di Masjid Agung Jawa Tengah “Saya sangat apresiatif dan mendukung terselenggaraya acara ini. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan tidak boleh kita lewatkan sebab ini merupakan momen yang langka” katanya.

Refleksi Harlah NU kota Semarang

Berbarengan dengan acara yang diselenggarakan MAJT, NU Kota Semarang mengadakan semaan dan khataman al quran di MAJT. Acara yang dirangkai dengan acara pengamatan dan sholat gerhana berjamaah ini juga akan mengadakan refleksi peringatan harlah NU ke 92 yang akan mengundang Rektor UIN Walisongo semarang, Rektor Universitas Diponegoro, Rektor Universitas Negeri Semarang, Rektor Universitas Sultan Agung Semarang, dan Rektor Universitas Wahid Hasyim. Untuk mauidloh hasanah akan disampaikan oleh KH. Ubaidillah Shadaqoh yang merupakan Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah).


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

0 0 0