Mahasiswa IAIN Tulung Agung Belajar Falak ke MAJT

  • 0
WhatsApp Image 2017-12-19 at 08.31.08

Mahasiswa IAIN Tulung Agung Belajar Falak ke MAJT

Para mahasiswa IAIN Tulung Agung saat mendapatkan praktik Rukyatul Hilal di Menara Al-Husna MAJT
Mahasiswa Tulung Agung Belajar Falak ke MAJT
SEMARANG – Sebanyak 31 mahasiswa Jurusan Hukum Tatanegara IAIN Tulung Agung, Jatim, didampingi Dosen Ilmu Falak Adib Rofiudin, Senin (18/12) sore, belajar praktik ilmu falak kepada Tim Hisab Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang diketuai Dr KH Ahmad Izzuddin MAg. Mereka ingin mendapatkan praktik lapangan mulai fase observasi hingga dilakukannya Rukyatul Hilal sebagai penentuan awal bulan Rabi’ul Akhir 1439 H.
“Mereka kami bawa ke Menara Al-Husna untuk observasi langsung di Menara tersebut. Tim mahasiswa Ilmu Falak  UIN Walisongo, Semarang, juga ikut memandu praktik tersebut. Beberapa alat observasi yang disediakan Tim MAJT diantaranya, Rubu’ Mujayyab’, Theodolit, dan Teleskop Celestron,” kata Dr Izzuddin kepada pers.
Anggota Tim Hisab Rukyat MAJT, M Himmatur Riza, membuka acara dengan menjelaskan beberapa alat yang disediakan oleh tim kemudian membagi mahasiswa menjadi tiga kelompok agar lebih fokus dan konsentrasi untuk memahami penjelasan kinerja setiap alat.
Menurut Dr Izzuddin, meski mereka bukan dari jurusan ilmu falak, namun para mahasiswa terlihat antusias dan responsif dalam mengikuti kegiatan tersebut. Banyak diantara mereka mengajukan pertanyaan terhadap untuk menambah wawasan pola pikir mereka. Selain memandu Observasi, Tim Hisab Rukyat MAJT sekaligus mempraktikkan Rukyatul Hilal awal bulan Rabi’ul Akhir 1439 H.
Hasilnya, berdasarkan kriteria MABIMS ketinggian hilal pada sore hari kemarin belum memenuhi kriteria, baru mencapai 00o 15’ 16. 34”. Selain itu keadaan cuaca langit Semarang juga tertutup awan hitam dan hujan lebat sehingga menjadikan hilal tidak terlihat. Oleh karenanya, untuk awal Rabi’ul Akhir 1439 H diistikmalkan jatuh pada Rabu, 20 Desember 2017.
Dosen Ilmu Falak Adib Rafiuddin berpesan kepada para mahasiswa mengambil pemahaman dan pembelajaran dari kunjungan ke MAJT ini meski dalam rukyatul hilal belum dapat melihat objek awal bulan. Namun secara metodologi, rukyatul hilal sudah dilakukan dengan baik dan benar.(-)


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

0 0 0