Gowes Peduli RISMA JT

  • 0
WhatsApp Image 2017-10-31 at 14.10.19

Gowes Peduli RISMA JT

Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) pada Ahad (22/10) pagi mengadakan acara Gowes Peduli yang merupakan salah satu kegiatan pada bulan Muharam 1439 H. Acara Gowes Peduli ini merupakan acara tahunan Risma JT dan sekaligus sebagai acara untuk memperingati Hari Santri Nasional.

Gowes Peduli yaitu acara sosial dengan cara bersepeda bersama melewati rute-rute yang telah ditentukan. Dan pada setiap rute yang dilewati, kita membagikan paket sembako serta donasi santunan kepada saudara-saudara kita yang kekurangan, tutur Alan Budi Wibowo yang didapuk sebagai Ketua Panitia Berbagi Berkah Muharam RISMA JT.

Alan menambahkan bahwa pada kesempatan Gowes Peduli Muharam ini ada sekitar 30-an lebih anggota Risma JT yang ikut bersepeda bersama, dengan start pagi di MAJT lalu melewati Plewan-Cebolok-Dempel-Karang Tengah-Tlogo-Kudu-Karangasem-Jetaksari-Jati-Kramat-Penggaron-Sembung-Alastuwa-Mbugen-Gajah dan berakhir pada malam hari di MAJT. Dari sekian banyak rute yang dilewati, kita sudah membagikan sebanyak 23 paket sembako yang diperuntukan kepada janda tua, anak yatim piatu, orang tua yang sakit-sakitan dan ada pula veteran perang yang telah berumur 97 tahun dengan kehidupan yang serba kekurangan.

Anis Muchabak sebagai Ketua Umum Risma JT sangat mengapresiasi kegiatan ini. Disamping menyehatkan, Gowes Peduli ini sebagai ajang untuk berbagi bersama dan sebagai salah satu cara untuk menajamkan kepekaan nurani akan masalah sosial yang terjadi di sekitar kita. “Gowes peduli ini sudah dua kali ini kita laksanakan. Alhamdulillah pesertanya sangat antusias sekali, ini terbukti dengan meningkatnya jumlah donasi yang dikumpulkan serta bertambah pula jumlah orang yang kita santuni”, tutur Anis ketika ditemui redaksi di Kantor Sekretariat Risma JT, perpustakaan lantai dua Masjid Agung Jawa Tengah.

“Pada dasarnya kita adalah makhluk sosial. Kita bersyukur masih diberi kesehatan dan rezeki yang berkecukupan. Bagaimana dengan mereka yang serba kekurangan dalam kehidupan sehari-hari? Coba kita sejenak memposisikan diri sebagai mereka. Rasanya sangat dzolim ketika kita menikmati rezeki yang kita dapat, namun kita lupa bahwa ada hak mereka atas rezeki kita”, tambah Anis. [DR-27]


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

23 0 0