PIMA-JT Santuni 136 Yatim Piatu

  • 0
SERAHKAN SANTUNAN: Ketua MAJT Noor Achmad didampingi Ketua Pima-Jt Hj Nur Kusuma Dewi menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jl Gajahraya Semarang. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

PIMA-JT Santuni 136 Yatim Piatu

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMA-JT) mengumpulkan dana sebanyak Rp 61 Juta untuk menyantuni yatim piatu. ”Alhamdulillah dana tersebut langsung bisa kami serahkan kepada 136 anak setiap anak mendapatkan Rp 450.000,” kata Ketua Panitia Hj Lilik Setyaningtyas Moh Ahyani, kemarin. Kegiatan dalam rangka Muharram 1438H itu berlangsung di aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang. Hadir pada kesempatan itu Istri Sekda Jateng Rini Budiyati Sri Puryono, Hj Zaimatun Azam Ali Mufiz, Hj Maryam Achmad, Ketua MAJT Noor Achmad dan ratusan yatim piatu yang memadati ruangan. Menurut Ketua Pima-Jt Nur Kusuma Dewi Noor Achmad tahun lalu pihaknya menyantuni 80 orang masing-masing Rp 450.000. ”Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 136 anak masing-masing Rp 450.000,”’kata Staf Pengajar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu. Dana tersebut kata Dewi, diperoleh dari para aghnia dan donatur yang dengan ikhlas dan sukarela membantu untuk membahagiakan yatim piatu. Satu persatu ibu-ibu yang hadir mendapat kesempatan menyerahkan shodaqoh kepada anak-anak yatim piatu yang kebanyakan masih belia. Hj Rini Budiyanti, Hj Maryam maupun Hj Zaimatun Azam tampak berkeca-kaca matanya saat mengusap kepala anak-anak itu dengan kasih sayang. Mereka mendengarkan tausiah dari KH Muhammad Taufiq Ibnu Ubaidillah (Gus Taufiq) dari Kendal. Ketua MAJT Noor Achmad pada kesempatan itu memberikan hadiah berupa Mushaf Alquran kepada semua yang hadir. Dia berharap kegiatan menyantuni anak yatim tidak hanya dilaksanakan pada bulan Muharram saja tetapi di bulan-bulan lain berbagi kasih sayang dan memperhatikan kelangsungan hidup anak-anak yang ditinggalkan ibu bapaknya. (Setiawan Hendra Kelana/CN19/SMNetwork)


Leave a Reply

Testimonials

bp-majtgmail-com.jpeg
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.
DPP MAJTSAMBIREJO

Radio DAIS

Categories

0 0 0